Jumat, 01 Mei 2026

Duarr! Warga di Kupang Tewas Tersambar Petir

Imanuel Lodja - Rabu, 29 November 2023 05:44 WIB
Duarr! Warga di Kupang Tewas Tersambar Petir
digtara.com/imanuel lodja
digtara.com -Hujan lebat disertai petir makan korban di wilayah Kabupaten Kupang, NTT pada Selasa (28/11/2023).

Venty Yumelda Nakluy (28), warga RT 10/RW 005, Dusun III, Trans Bisolo, Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang tewas disambar petir.

Baca Juga:

Korban terkena sambaran petir saat berada di pantai Trans Bisolo, Dusun III, Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang.

"Benar telah terjadi peristiwa orang tersambar petir yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara," ujar Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata melalui Kapolsek Fatuleu, Ipda David Lodowik Fangidae saat dikonfirmasi Selasa (28/11/2023) malam.

Pada Selasa (28/11/2023) siang sekitar pukul 12.00 wita, korban bersama anaknya Jufraden Nenobahan (9) pergi ke Pantai Trans Bisolo guna mencari tanaman biji Legundi atau tanaman yang hidup di pasir.

Sekitar pukul 15.00 Wita, hujan lebat turun saat korban dan anaknya masih sementara sibuk mencari biji lagundi.

"Hujan ebat disertai petir di lokasi TKP," ujar Kapolsek.

Jufraden Nenobahan pun berlari untuk berlindung dan meninggalkan ibu nya yang masih tetap di pantai.

Selang beberapa menit kemudian, Jufraden berteriak memanggil korban akan tetapi korban tidak menjawab.

Jufraden berlari kembali ke pantai dan menemukan korban sudah dalam keadaan terbaring dan tidak bergerak (meninggal dunia).

Jufraden pun berlari untuk mencari pertolongan dan menemukan Yesua Selle (23).

Yesua kemudian memanggil warga yang berada di Dusun III trans Bisolo untuk melaporkan kejadian tersebut.

Jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Poto.

Petugas medis di Puskesmas Poto menyatakan kalau korban meninggal dunia akibat terkena sambaran petir.

Pada tubuh korban terdapat luka bakar di bagian luar tubuh korban.

Jufraden sendiri mengaku kalau pada saat hujan turun disertai petir, korban sementara memegang 1 buah ember dan 1 buah parang.

Diketahui kalau kebiasaan masyarakat Trans Bisolo, Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat sering mencari tanaman legundi yang hidup di pasir di pinggir pantai untuk diambil bijinya dan dijual.

Anggota Pos polisi Barate Polsek Fateleu, Aipda Jun Bonbalan pun mendampingi petugas medis Puskesmas Poto, Kecamatan Fatuleu Barat untuk turun ke TKP.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kabur Dari Rumah, Pria di Kabupaten TTS-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kabur Dari Rumah, Pria di Kabupaten TTS-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri

Polantas Tertibkan Pick Up di Parkiran Liar

Polantas Tertibkan Pick Up di Parkiran Liar

Balap Lari Malam Hari, Polisi Enam Orang Pemuda

Balap Lari Malam Hari, Polisi Enam Orang Pemuda

Wakapolres dan Dua Pejabat Polres Kupang Berganti

Wakapolres dan Dua Pejabat Polres Kupang Berganti

Pria di Belu Diamankan Polisi Karena Angkut BBM Ilegal

Pria di Belu Diamankan Polisi Karena Angkut BBM Ilegal

Apoteker di Kupang Ditemukan Meninggal Gantung Diri Dalam Apotek

Apoteker di Kupang Ditemukan Meninggal Gantung Diri Dalam Apotek

Komentar
Berita Terbaru