Mahasiswa Undana di Kupang Tewas Diduga Ditikam Usai Berkelahi dengan 3 Pemuda Mabuk
Saat itu para pemuda ini mengancam untuk memukul Rafael dan rekannya.
Namun Rafael dan tiga rekannya terus melanjutkan perjalanannya ke Kelurahan Kayu Putih.
Saat kembali dari Kelurahan Kayu Putih dan tiba di kos, Rafael mengabari korban Yohanes melalui pesan whatsapp kalau ia dihadang dan nyaris dikeroyok di Jalan Esa Nita Kelurahan Oesapa.
Korban kemudian datang dari Kelurahan Sikumana.
Begitu tiba, korban mengajak Rafael dan Ferdi Letlai (22), mahasiswa yang tinggal di Asrama Sambolo, Kelurahan Oesapa ke lokasi kejadian.
Saat tiba di Jalan Esa Nita, mereka melihat para pelaku turun dari angkutan kota.
Korban kemudian bertanya ke para pelaku soal ancaman pelaku yang hendak memukul Rafael.
Korban yang terlebih dahulu tiba di lokasi langsung berkelahi dengan 2 pelaku.
Kemudian Rafael dan Ferdi datang membantu korban.
Ferdi pun ikut dipukul sehingga ia ikut berkelahi.
Namun pemuda yang berkelahi dengan Ferdi masuk ke dalam rumah.
Ferdi kemudian memilih kabur dan mengajak korban dan Rafael untuk lari menyelamatkan diri.
Sementara itu Rafael mengaku sempat melihat korban Yohanes dipeluk oleh salah satu pelaku.
Rafael berusaha menarik korban dari para pelaku, namun ada pelaku lain dari dalam rumah datang memukul Rafael.
Rafael pun memilih kabur dan menyelamatkan diri dengan sepeda motor.
Rafael tidak menduga kalau korban masih di lokasi kejadian.
Saat bertemu Ferdi Letlai, Rafael menanyakan keberadaan korban Yohanes namun keduanya memastikan kalau korban masih di lokasi kejadian.
Rafael dan Ferdi kembali ke lokasi di Jalan Esa Nita.
Baca Juga:
Polda NTT Musnahkan Ribuan Liter Miras Hasil Operasi
Curi Perhiasan Emas Kerabat Untuk Miras, Pemuda di Kupang Dibekuk Tim Resmob Polresta Kupang Kota
Ratusan Juta Uang Pajak Reklame di Kota Kupang Digelapkan Oknum PPPK
Cemburu Gara-gara Temani Pria Lain, Perempuan di Kupang Ditikam Pacar Hingga Tewas
Pelni Kupang Apresiasi Resmob Polda NTT, Penangkapan Calo Makin Gencar