Pasca Tawuran Pelajar di Kota Kupang, Polisi Berjaga-jaga di Sekolah
digtara.com -Aparat keamanan berupaya mencegah aksi susulan pasca terjadinya aksi penyerangan di lingkungan SMKN 3 Kota Kupang yang melibatkan pelajar dari SMKN 2 dan SMKN 5 Kota Kupang.
Baca Juga:
Pemantauan dilakukan untuk memastikan situasi di lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif, sekaligus mengantisipasi adanya potensi aksi balasan atau pergerakan kelompok pelajar yang dapat memicu gangguan Kamtibmas.
Sementara anggota Polsek Kota Lama dan Bhabinkamtibmas memantau dan berjaga-jaga di SMKN 2 di Kelurahan Merdeka, Kota Kupang.
Anggota lain juga memantau situasi keamanan di SMKN 3 Kota Kupang di Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Personel melakukan pemantauan terhadap situasi di lingkungan sekolah, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah, guna mencegah terjadinya gangguan keamanan.
Baca Juga:Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Nelson Filipe Dias Quintas menegaskan bahwa kepolisian terus mengambil langkah preventif untuk menjaga keamanan, khususnya di lingkungan sekolah yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya para pelajar.
"Kami tidak ingin adanya kejadian sebelumnya berkembang menjadi aksi susulan. Kehadiran personel merupakan langkah pencegahan agar situasi tetap aman dan tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan para pelajar maupun masyarakat," jelasnya.
Pihaknya juga mengimbau para pelajar agar tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan aksi balasan, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui pihak sekolah dan Kepolisian.
"Polisi hadir lebih awal untuk mencegah masalah menjadi lebih besar. Dengan sinergi antara Kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan para pelajar, situasi Kamtibmas di lingkungan sekolah diharapkan tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Tawuran antar-pelajar terjadi di Kota Kupang pada Senin (28/9/2026) petang
Aksi ini diduga dilakukan siswa dari SMKN 2 Kupang dan SMKN 5 Kupang yang mendatangi serta melakukan penyerangan ke area SMKN 3 Kupang.
Aksi penyerangan tersebut berujung pada pengerusakan fasilitas sekolah serta menelan korban luka hingga dugaan kekerasan.
Akibat pelemparan batu dalam aksi penyerangan tersebut, kaca pada ruang Tata Usaha (TU) SMKN 3 Kupang pecah dan mengalami kerusakan.
Baca Juga:Selain kerugian fisik bangunan sekolah, insiden ini menelan tiga orang korban dua orang siswi SMKN 3 Kupang yang mengalami tindakan kekerasan dan seorang petugas cleaning service SMKN 3 Kupang, mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan batu.
Personel gabungan Polresta Kupang Kota dipimpin Kabag Ops Polresta Kupang Kota AKP Mesakh Yohanis Hetharie bersama Pamapta, Sat Samapta, Satpol PP, dan para guru bergerak cepat mendatangi lokasi untuk membubarkan aksi massa dan mengendalikan situasi.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan belasan siswa yang diduga kuat terlibat dalam aksi penyerangan beserta dua unit kendaraan roda dua.
Seluruh siswa yang diamankan langsung digiring ke Mapolresta Kupang Kota untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Baca Juga:
Diduga Jatuh dari Pohon Saat Ambil Pakan Ternak Kambing, Pria di Kabupaten Nagekeo Ditemukan Meninggal Dunia
Karyawati Rumah Makan di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia
Kupang Kembali Diguncang Gempa Susulan
Pemilik Tidur, Sepeda Motor Milik Warga Sabu Raijua Terbakar
Kakanwil Ditjenpas NTT Monev Dan Tertibkan Empat UPT Kota Kupang