Jadi Wilayah Dengan Dampak Minim, Polres Ngada Beri Bansos dan Layanan Kesehatan
digtara.com -Kabupaten Ngada menjadi wilayah dengan dampak yang tidak terlalu besar.
Baca Juga:
"Kondisi sampai dengan saat ini masih terjadi gempa berskala kecil. Korban meninggal dunia dan luka berat nihil dan ada korban luka ringan 16 orang," ujar Kapolres Ngada, AKBP Dr Gede Harimbawan pada Minggu malam.
Hingga saat ini ada dua titik Posko pengungsian yakni di kantor BPBD Kabupaten Ngada dan Polres Ngada.
Kapolres menyebutkan soal jumlah pengungsi mandiri sebanyak 15 orang yang mengungsi ke rumah keluarga di Kecamatan Golewa.
Pengungsi terkumpul pada empat titik yang di tenda di Desa Naru, Kecamatan Bajawa 15 orang.
Baca Juga:Tenda di lapangan bola kaki Bowali, Kecamatan Bajawa 20 orang. Di rumah Jebar Al Jabar di Desa Goloriung, Kecamatan Riung sebanyakk 60 orang dii tenda dan 35 orang di tenda di rumah Manfaat Rajab di Desa Golo Ruing, Kecamatan Riung
"Kerugian material terdata 189 unit bangunan mengalami kerusakan," ujar Kapolres.
Kerusakan rumah warga sebanyak 127 unit, rumah personil Polri sembilan unit. Fasilitas Polri tiga unit
Kerusakan fasilitas pemerintahan tiga unit, fasilitas kesehatan tiga unit, fasilitas pendidikan 35 unit dan kerusakan fasilitas tempat ibadah sebanyak sembilan unit.
Longsor juga melanda wilayah Wolongizu, Desa Boba, dimana jalan tersebut merupakan jalur penghubung Kecamatan Inerie dan Kecamatan Golewa Selatan melalui pantai selatan.
Didampingi Ketua Komisi IV DPR RI dan Kapolda NTT, Kapolri Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Flores
WNA Cina Jatuh Dalam Pendakian di Pulau Padar, Tim SAR Gabungan Turun Tangan
Belasan Warga NTT Terpapar Paham Radikal dan TCC NVE
Helikopter Basarnas Evakuasi Tujuh Korban Gempa Magnitudo 7,7 Manggarai Timur ke Labuan Bajo-Manggarai Barat
Kabasarnas Turun Langsung Evakuasi Tiga Korban Gempa dari Manggarai Timur