Tani Optima Group Rubah Pola Kerja Petani, Hasil Jagung Tembus 6–7 Ton per Hektar
Baca Juga:
Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar adalah mengubah kebiasaan lama petani. Namun dengan hasil yang mulai terlihat, ia optimistis semakin banyak petani akan mengikuti pola baru tersebut.
"Kami yakin, dengan hasil yang baik ini, petani lain akan termotivasi untuk berubah," tandasnya.
Pihaknya juga berupaya agar pengelolaan lahan pertanian bisa dilakukan dua kali dalam setahun. "Kita coba rubah musim tanam (MT) dari satu kali menjadi dua kali," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kekurangan air maka pihaknya memanfaatkan musim hujan untuk proses tanam.
Musim tanam pertama akan dimulai di akhir Oktober. Saat jagung siap dipanen maka sudah dipersiapkan MT 2 pada Februari sehingga terjadi peningkatan produksi jagung.
Untuk pemasaran, jagung hasil panen pun bisa dibeli oleh Bulog. "Bulog siap menampung dan membeli jagung hasil panen petani," tandasnya.