Kamis, 19 Maret 2026

Wilayah NTT Masuk Musim Kemarau Lebih Awal

Imanuel Lodja - Kamis, 19 Maret 2026 14:56 WIB
Wilayah NTT Masuk Musim Kemarau Lebih Awal
net
Ilustrasi.

digtara.com -Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis adanya peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di Indonesia yang mana bermula dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Sti Nenotek menyebutkan kendati akan memasuki musim kemarau pada akhir dua minggu terakhir ini namun hujan masih berpotensi mengguyur NTT tapi tidak seintens sebelumnya.

Sti mengimbau kepada para pemudik agar selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG selama melakukan perjalanan.

BMKG sebelumnya telah merilis awal musim kemarau di wilayah Indonesia.

Baca Juga:
Namun Sti menegaskan wilayah NTT yang akan lebih dahulu mengalami kemarau mulai dari bagian selatan. Kondisi ini akan meluas hingga NTT masuk periode musim kemarau sepenuhnya pada April 2026 nanti.

Wilayah seperti Kota Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, akan berada di awal peralihan ke musim kemarau ini.

Oleh sebab itu di periode minggu ketiga dan keempat Maret ini memang masih terjadi hujan kendati sudah dalam peralihan musim.

"Dan awal musim kemarau tahun ini didahului dari wilayah NTT bagian selatan di mana wilayah NTT seluruhnya memasuki musim kemarau nanti pada bulan April. Nanti ada di awal, ada yang mulai pertengahan April, dan ada di akhir," jelas dia.

NTT saat ini tentunya masih akan mengalami hujan terutama pada saat periode Nyepi dan Idul Fitri.

Ia menyebut intensitas curah hujan sedang hingga lebat dapat berpotensi terjadi selama periode minggu ketiga dan keempat.

Baca Juga:
"Prediksi BMKG, pada minggu ketiga dan keempat periode lebaran ini intensitas hujannya menurun. Ini berada pada periode peralihan musim," tambah dia.

Untuk pekan ini atau dalam beberapa hari ke depan hujan sedang hingga lebat juga masih berpotensi terjadi.

Penyebabnya, akibat adanya pusat tekanan rendah yang terpantau ada di Darwin, utara Australia, yang berdampak pada cuaca di NTT.

"Sehingga dampak tidak langsungnya terhadap kondisi cuaca di NTT berupa hujan sedang hingga lebat hampir di seluruh wilayah NTT," jelasnya.

Sti mengimbau kepada pemudik yang akan beraktivitas di luar ruangan untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.

Pihaknya juga rutin berkomunikasi dengan Air Traffic Control (ATC) atau Pengatur Lalu Lintas Udara juga otoritas perhubungan lainnya.

Baca Juga:
"Kami aktif memberikan data kami pada posko mudik dan setiap menit juga kami mengirimkan data ke ATC untuk informasi cuaca bagi maskapai. Instansi lainnya juga kami support data demi kelancaran arus mudik dan balik selama periode lebaran," jelas dia.

Sebelumnya Kepala Stasiun Klimatologi NTT, Rahmatulloh Adji, menyatakan musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologi 30 tahun terakhir.

Sementara secara nasional, awal musim kemarau 2026 diperkirakan maju di 46,5 persen wilayah Indonesia.

Ia mengemukakan kondisi ini dipengaruhi oleh berakhirnya La Niña lemah yang bergeser ke fase netral dan berpotensi menuju El Niño, serta perubahan angin monsun.

Kemarau 2026 mulai terjadi pada April di 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia.

"Untuk di NTT wilayah yang terdampak mencakup Kota Kupang, Kabupaten Kupang bagian selatan, serta sejumlah daerah di Flores, Sumba, Alor, dan Timor," tukasnya.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Aniaya Warga Karena Dendam Lama, Polisi Amankan Warga Alor

Aniaya Warga Karena Dendam Lama, Polisi Amankan Warga Alor

Bangunan Sekolah Roboh, Satu Siswa Meninggal Dan Dua Siswa Luka-luka

Bangunan Sekolah Roboh, Satu Siswa Meninggal Dan Dua Siswa Luka-luka

Belasan Warga Di Belu-NTT Jadi Korban Gigitan Kucing Rabies

Belasan Warga Di Belu-NTT Jadi Korban Gigitan Kucing Rabies

Konflik Warga Di Flores Timur Diakhiri Dengan Sumpah Adat

Konflik Warga Di Flores Timur Diakhiri Dengan Sumpah Adat

Polisi Di TTS Bantu Warga Kurang Mampu Melalui Program Rumah Harapan Kapolda NTT

Polisi Di TTS Bantu Warga Kurang Mampu Melalui Program Rumah Harapan Kapolda NTT

Dua Pelajar Komplotan Pencuri Sapi Di Kupang Dibekuk Polisi, Tiga Orang Buron

Dua Pelajar Komplotan Pencuri Sapi Di Kupang Dibekuk Polisi, Tiga Orang Buron

Komentar
Berita Terbaru