Jumat, 13 Maret 2026

Situasi Kondusif Pasca Kerusakan di Adonara Timur, Pengamanan Masih Terus Dilakukan

Imanuel Lodja - Jumat, 13 Maret 2026 13:46 WIB
Situasi Kondusif Pasca Kerusakan di Adonara Timur, Pengamanan Masih Terus Dilakukan
ist
Situasi Kondusif Pasca Kerusakan di Adonara Timur

digtara.com -Kondisi keamanan pasca kerusuhan antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dengan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT dilaporkan berangsur kondusif.

Baca Juga:

Hingga Jumat, 13 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 Wita, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kejadian telah kembali berjalan normal.

Kerusuhan yang sebelumnya terjadi di Jalan Lewonara, Desa Narasaosina itu kini berada dalam pengawasan ketat aparat kepolisian guna mencegah terjadinya aksi susulan.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa kepolisian terus melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

"Pasca kejadian tersebut, situasi di lokasi saat ini terpantau kondusif dan masyarakat sudah kembali menjalankan aktivitasnya secara normal. Namun demikian, aparat kepolisian tetap melakukan patroli dan pengamanan secara intensif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra pada Jumat siang.

Patroli rutin dilaksanakan selama 1x24 jam dengan fokus pada sejumlah titik yang dianggap rawan, di antaranya Jalan Desa Narasaosina yang menjadi lokasi kejadian, Rumah Suku Dusun Bele di Desa Waiburak, kawasan pemukiman warga Desa Narasaosina, serta jalan utama Trans Waiwerang–Sagu.

Menurutnya, sempat terdapat sekitar 30 warga Dusun Bele yang berkumpul di Rumah Suku Bele pada Kamis (12/3/2026) malam.

Namun hingga pukul 01.00 Wita, warga tersebut telah membubarkan diri secara tertib dan hanya tersisa empat orang yang berjaga di Pos Kamling.

"Situasi ini terus kami pantau. Personel di lapangan juga aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif," tambahnya.

Aparat kepolisian juga melakukan upaya penggalangan dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sebagai bagian dari strategi cooling system guna meredam potensi konflik lanjutan.

Di sisi lain, bantuan kemanusiaan juga mulai disalurkan kepada warga terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur tiba di Kantor Desa Narasaosina menyerahkan bantuan kepada Kepala Desa Narasaosina bagi warga yang terdampak akibat peristiwa tersebut.

Terkait beredarnya isu di masyarakat mengenai adanya rencana penyerangan lanjutan dari warga Dusun Bele terhadap warga Dusun Lewonara, pihak kepolisian memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

"Tim deteksi di lapangan telah melakukan pengecekan dan memastikan bahwa isu tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Unit intelijen juga telah memberikan pemahaman kepada kedua belah pihak sehingga masyarakat yang sempat berkumpul akhirnya membubarkan diri," jelas Kabid Humas.

Dalam penanganan kasus ini, aparat kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, antara lain pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari pihak Desa Narasaosina, patroli keamanan secara berkesinambungan selama 24 jam, serta pendekatan kepada sejumlah tokoh masyarakat.

Tokoh-tokoh yang telah diajak berkoordinasi diantaranya Kepala Desa Waiburak Mohamad Saleh, Ketua BPD Narasaosina Domi Daton, serta tokoh pemuda Otas yang merupakan putra Ketua BPD Narasaosina.

Polisi juga melanjutkan olah tempat kejadian perkara dengan memasang garis polisi pada rumah warga di Dusun Lewonara yang mengalami kerusakan dan terbakar akibat kerusuhan tersebut.

Untuk memperkuat pengamanan, personel gabungan dari Polres Flores Timur, Polsek setempat, serta Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob juga ditempatkan di sejumlah pos pengamanan yang telah ditentukan.

Polda NTT menegaskan bahwa proses hukum terhadap kasus ini tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sambil tetap membuka ruang penyelesaian secara adat yang diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

"Kami berharap proses hukum maupun penyelesaian secara adat dapat berjalan secara baik sehingga situasi keamanan di wilayah tersebut dapat benar-benar pulih. Kepolisian juga tetap menyiagakan personel serta peralatan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan secara tiba-tiba," tutup Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Saat ini aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di Kecamatan Adonara Timur agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan sosial secara aman dan damai.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru