Situasi Kondusif Pasca Kerusakan di Adonara Timur, Pengamanan Masih Terus Dilakukan
digtara.com -Kondisi keamanan pasca kerusuhan antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dengan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT dilaporkan berangsur kondusif.
Baca Juga:
Kerusuhan yang sebelumnya terjadi di Jalan Lewonara, Desa Narasaosina itu kini berada dalam pengawasan ketat aparat kepolisian guna mencegah terjadinya aksi susulan.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa kepolisian terus melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Patroli rutin dilaksanakan selama 1x24 jam dengan fokus pada sejumlah titik yang dianggap rawan, di antaranya Jalan Desa Narasaosina yang menjadi lokasi kejadian, Rumah Suku Dusun Bele di Desa Waiburak, kawasan pemukiman warga Desa Narasaosina, serta jalan utama Trans Waiwerang–Sagu.
Menurutnya, sempat terdapat sekitar 30 warga Dusun Bele yang berkumpul di Rumah Suku Bele pada Kamis (12/3/2026) malam.
"Situasi ini terus kami pantau. Personel di lapangan juga aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif," tambahnya.
Aparat kepolisian juga melakukan upaya penggalangan dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sebagai bagian dari strategi cooling system guna meredam potensi konflik lanjutan.
Terkait beredarnya isu di masyarakat mengenai adanya rencana penyerangan lanjutan dari warga Dusun Bele terhadap warga Dusun Lewonara, pihak kepolisian memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Tim deteksi di lapangan telah melakukan pengecekan dan memastikan bahwa isu tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Unit intelijen juga telah memberikan pemahaman kepada kedua belah pihak sehingga masyarakat yang sempat berkumpul akhirnya membubarkan diri," jelas Kabid Humas.
Tokoh-tokoh yang telah diajak berkoordinasi diantaranya Kepala Desa Waiburak Mohamad Saleh, Ketua BPD Narasaosina Domi Daton, serta tokoh pemuda Otas yang merupakan putra Ketua BPD Narasaosina.
Polisi juga melanjutkan olah tempat kejadian perkara dengan memasang garis polisi pada rumah warga di Dusun Lewonara yang mengalami kerusakan dan terbakar akibat kerusuhan tersebut.