Sabtu, 07 Maret 2026

Anggota Brimob Dikerahkan Atasi Konflik Warga di Flores Timur

Imanuel Lodja - Sabtu, 07 Maret 2026 14:32 WIB
Anggota Brimob Dikerahkan Atasi Konflik Warga di Flores Timur
ist
Personil Brimob diterjunkan ke lokasi konflik di Kecamatan Adonara Timur

digtara.com - Aparat Polres Flores Timur, Polda NTT bergerak cepat meredam ketegangan antarwarga yang sempat terjadi di wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga:

Insiden yang melibatkan warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina itu dipicu oleh perbedaan persepsi terkait rencana pemanfaatan lahan di perbatasan kedua wilayah.

Kapolres Polres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, mengatakan pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi serta mencegah konflik berkembang lebih luas.

"Personel Polres Flores Timur bersama Polsek Adonara Timur segera melakukan pengamanan di lokasi kejadian serta melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif," ujar AKBP Adhitya Octorio Putra pada Jumat (6/3/2026) malam.

Baca Juga:
Langkah pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan untuk mencegah pergerakan massa dari kedua kelompok.

Selain itu, kepolisian juga melakukan komunikasi intensif dengan para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa guna meredam ketegangan.

"Kami mengedepankan pendekatan humanis dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat agar persoalan ini dapat diselesaikan melalui musyawarah," jelasnya.

Dari hasil pendataan sementara di lapangan, terdapat enam bangunan warga yang mengalami kerusakan, terdiri dari gudang kopra, tempat usaha (cuci motor dan pangkas rambut) dan rumah tinggal warga.

Kerugian materiil akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan oleh aparat bersama pemerintah desa.

Selain kerusakan bangunan, beberapa warga juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga:
Di lokasi kejadian, petugas turut mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan saat ketegangan berlangsung, antara lain ketapel, anak panah dan senjata tajam jenis parang.

Beberapa alat rakitan yang diduga digunakan sebagai alat kejut

Barang-barang tersebut saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Flores Timur mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

"Kami mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Percayakan penyelesaian persoalan ini kepada aparat dan pemerintah daerah melalui jalur dialog dan musyawarah," tegas AKBP Adhitya Octorio Putra.

Pihak kepolisian bersama pemerintah daerah berkomitmen terus memfasilitasi dialog antara kedua pihak guna mencari solusi yang adil serta menjaga situasi keamanan di wilayah Adonara Timur tetap kondusif.

Baca Juga:
Kerahkan Brimob

Polda Nusa Tenggara Timur mengerahkan personel Brimob untuk membantu pengamanan di wilayah yang terdampak konflik.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa pengiriman pasukan dilakukan guna membantu jajaran kepolisian di wilayah Polres Flores Timur dalam mengendalikan situasi keamanan.

"Polda NTT telah mengerahkan satu peleton personel dari Satuan Brimob Polda NTT Kompi 1 Batalyon B Pelopor Maumere untuk membantu pengamanan di lokasi konflik," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra, Jumat (6/3/2026) malam.

Sebanyak 32 personel Brimob dikerahkan menuju wilayah Adonara Timur guna memperkuat pengamanan serta mencegah meluasnya konflik antarwarga.

Personel BKO Brimob dari Sikka yang dipimpin Iptu Simon Edo selaku Wadanki telah tiba di wilayah Flores Timur untuk memperkuat pengamanan.

Baca Juga:
Setelah tiba di Larantuka, rombongan personel Brimob langsung menyeberang dari pelabuhan Larantuka menuju pelabuhan Tobilata menggunakan kapal Cahaya Welang 3 guna menuju lokasi penugasan di Pulau Adonara.

Personel Polres Flores Timur telah lebih dulu berada di lokasi untuk melakukan pengamanan guna mencegah kedua kelompok kembali terlibat bentrok.

Kabid Humas menegaskan bahwa kepolisian terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta mengutamakan langkah-langkah persuasif untuk meredam konflik.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan penyelesaian persoalan ini kepada aparat dan pemerintah daerah," tegas Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Polda NTT memastikan langkah pengamanan akan terus dilakukan hingga situasi di wilayah Adonara Timur benar-benar kembali kondusif.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polres Flores Timur Tingkatkan Patroli Pasca Konflik Warga di Adonara

Polres Flores Timur Tingkatkan Patroli Pasca Konflik Warga di Adonara

Warga Dua Desa di Flores Timur Bentrok Masalah Tanah, Polisi dan TNI Siaga di Lokasi

Warga Dua Desa di Flores Timur Bentrok Masalah Tanah, Polisi dan TNI Siaga di Lokasi

Diguyur Hujan dan Arus Deras, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat Bagi Anak Sekolah di Sumba Barat Daya

Diguyur Hujan dan Arus Deras, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat Bagi Anak Sekolah di Sumba Barat Daya

Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT

Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT

Peduli Warga, Dansat Brimob Polda NTT Tegaskan Komitmennya Bangun Jembatan Penghubung di Desa Lipa

Peduli Warga, Dansat Brimob Polda NTT Tegaskan Komitmennya Bangun Jembatan Penghubung di Desa Lipa

Brimob Polda NTT Bangun Jembatan di Nanganae Bantu Akses Warga

Brimob Polda NTT Bangun Jembatan di Nanganae Bantu Akses Warga

Komentar
Berita Terbaru