Masalah Anak, Pria di Sabu Raijua Dianiaya Besan Hingga Sekarat
digtara.com -Marthen Raja Ully (59) melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke polisi di Polres Sabu Raijua.
Baca Juga:
Harun yang juga warga RT 005/RW 003, Desa Raenalulu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua merupakan besan dari korban.
Katarina Raja Ully (anak dari korban Marthen Raja Ully) dinikahi oleh Raffles Wadu Dima (24) yang merupakan anak kandung dari terlapor Harun.
Baca Juga:Penganiayaan ini terjadi di Desa Raedewa, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua sekitar pukul 22.000 Wita.
Pada Minggu malam, korban ke rumah anak dan menantunya untuk mencari anak korban yang lain, Henderina Raja Ully yang sebelumnya datang ke rumah Katarina dan Raffles namun tanpa izin dan tidak memberitahu korban sebagai ayahnya.
Saat berada di tepi jalan depan rumah Katarina dan Raffles, korban memanggil Katarina dan Raffles namun tidak ada sahutan karena anak dan menantunya tidak mendengarkan panggilan dari korban.
Kebetulan saat itu, pelaku sudah memegang sebuah kayu bulat sehingga terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku.
Korban dan pelaku sudah selisih karena ada salah paham sejak tahun 2023 saat kedua anak mereka menikah.
Baca Juga:Akibat pertengkaran tersebut, pelaku langsung memukul korban secara berulang kali mengenai kepala, wajah dan tubuh korban keluar dari rumah pelaku dan langsung melerai.
Pelaku pun menghentikan aksinya. Saat yang sama, istri korban, Ludia Agustina Ratu Willa datang bersama Katarina dan Raffles karena Ludia sedang mencari korban untuk menyampaikan kalau anak mereka Henderina Raja Ully sudah pulang ke rumah.
Rupanya saat korban ke rumah anak dan menantunya, ternyata Henderina sudah pulang ke rumah namun tidak sempat bertemu korban.
Mereka membopong korban untuk berjalan pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 2 sampai 3 kilometer dari lokasi kejadian.
Penganiayaan oleh pelaku tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius. Kayu yang dipakai pelaku menganiaya korban patah menjadi tiga bagian.
"Belum diketahui motif kejadian karena korban belum bisa memberi keterangan. Namun keduanya sudah salah paham sejak pernikahan kedua anak mereka beberapa tahun lalu," ujar Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis melalui Humas Polres Sabu Raijua, Iptu I Made Subrata pada Senin (2/3/2026).
Baca Juga:Korban masih sementara mendapat perawatan intensif di Puskesmas Daieko dan sesuai diagnosa dokter yang merawat bahwa kondisi korban akan perlahan membaik setelah perawatan medis.
Sementara pelaku sendiri telah diamankan dan akan diproses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kapolsek Sabu Barat dan Jajaran Bantu Duda Penyandang Tuna Netra
Kapolres Sabu Raijua Diadukan ke Kapolda NTT Terkait Dugaan Penyimpangan Penanganan Perkara Anak
Duar! Ada Suara Ledakan, Rumah Pegawai Samsat di NTT Ludes Terbakar
2 Hari Terombang-ambing di Laut, Nelayan Remaja Sabu Raijua Ditemukan Selamat di Sumba
Sudah Punya 2 Anak Tapi Masih Hamili Perempuan Lain, Anggota Polisi di NTT Ini Terancam Dipecat