Minggu, 19 April 2026

Niat Bekerja di Australia, Tujuh WNA Dipulangkan dan Masuk Wilayah Perairan Rote Ndao

Imanuel Lodja - Rabu, 25 Februari 2026 12:55 WIB
Niat Bekerja di Australia, Tujuh WNA Dipulangkan dan Masuk Wilayah Perairan Rote Ndao
ist
Aparat kepolisian saat mengamankan tujuh WNA diduga imigran gelap di wilayah hukum Polsek Rote Selatan

digtara.com - Polres Rote Ndao mengamankan tujuh orang Warga Negara Asing (WNA) terduga imigran pada Selasa (24/2/2026) pagi.

Baca Juga:

Mereka berasal dari China empat orang dan tiga orang berasal dari Uzbekistan.

Selain mengamankan tujuh WNA, polisi juga mengamankan satu unit kapal tanpa nama di pesisir laut Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono menyebutkan kalau tujuh WNA diduga imigran gelap ini diamankan di Pantai Masidae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Baca Juga:
Kapolsek Rote Selatan, Ipda Andi Salata dan anggota mengevakuasi mereka ke Mapolres Rote Ndao.

Empat WNA asal China masing-masing Hui Jie (40), Jiang Bo (58), Chen Yong (36) dan Dia Guozhong (51).

Sementara tiga WNA asal Uzbekistan yakni Kasimov (54), Sultanmoradov (22) dan Shodiev (24).

Penyidik Satreskrim Polres Rote Ndao sudah melakukan pengambilan keterangan terhadap para WNA.

Chen Yong, salah satu WNA asal China mengaku tiba di Jakarta-Indonesia pada 8 Januari 2026 dan menginap selama 23 hari di salah satu hotel di Jakarta.

Para WNA asal China mengaku tinggal di Kendari selama kurang lebih satu minggu sejak 3 Februari 2026.

Baca Juga:
Mereka kemudian berangkat tengah malam pada 11 Februari 2026.

"Dua orang yang mengurus merupakan WNI di Kendari menggunakan mobil membawa para WNA naik ke kapal," ujar Kapolres.

Para WNA asal China mengaku tiba di Border Australia selama delapan hari perjalanan dari Kendari-Sulawesi.

Kemudian mereka tertangkap oleh pihak Australia dan diberikan speed boat yang dibekali BBM secukupnya. Mereka diperintahkan berlayar kembali sehingga masuk ke perairan Indonesia (Rote Ndao bagian selatan).

Para WNA asal China mengaku berkomunikasi dengan para pengurus menggunakan media sosial Tiktok, namun lupa nama akun tiktok.

Mereka mengaku ingin ke Australia dalam rangka bekerja menghasilkan uang.

Baca Juga:
Sedangkan WNA asal Uzbekistan mengaku memberikan sejumlah uang kepada pengurus sebesar 400 dolar per orang.

WNA asal Uzbekistan, Shodiev mengaku berangkat dari Uzbekistan - Jakarta (Indonesia) dan ke Kendari, Sulawesi.

Shodiev juga mengaku sebelum turun dari kapal di perairan Rote Ndao sempat melihat salah satu ABK yang melarikan diri membawa dan menggunakan handphone untuk menelepon seseorang.

Para terduga imigran tersebut mengatakan bahwa selama pelayaran dari Indonesia menuju Autralia kemudian tertangkap dan diperintah kembali ke perairan Rote Ndao, mereka bersama empat orang WNI yang tidak mereka kenal.

Tim gabungan Polres Rote Ndao dan Polsek Rote Selatan masih melakukan pencarian terhadap keempat orang WNI diduga adalah pelaku tindak pidana People Smugling yang melarikan diri dan masuk ke hutan.

Kapolres juga menegaskan bahwa personel di lapangan terus melakukan pencarian dan mengharapkan dukungan serta partisipasi aktif masyarakat.

Baca Juga:
"Personel kami masih melakukan pencarian di lapangan dan diharapkan peran serta masyarakat untuk membantu mengungkap para terduga pelaku smuggler," ujar AKBP Mardiono.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa Polda NTT memberikan atensi penuh terhadap penanganan kasus tersebut.

Jajaran kepolisian akan mendalami dugaan tindak pidana penyelundupan manusia (people smuggling) yang melibatkan jaringan lintas negara.

Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak Imigrasi dan TNI AL, untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta mengungkap kemungkinan adanya jaringan penyelundupan manusia.

Ia juga menambahkan bahwa wilayah NTT yang berbatasan langsung dengan perairan internasional menjadi salah satu titik rawan jalur masuk ilegal, sehingga pengawasan akan terus diperketat.

"Polda NTT berkomitmen meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah pesisir guna mencegah praktik penyelundupan manusia maupun pelanggaran keimigrasian lainnya," tegasnya.

Baca Juga:
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh jajaran Polres Rote Ndao dan Polda NTT

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kapolda NTT Bantu Rumah Harapan Bagi Warga di Kabupaten TTS

Kapolda NTT Bantu Rumah Harapan Bagi Warga di Kabupaten TTS

Direktorat Res PPA Dan PPO Polda NTT Perkuat Sinergi Lintas Sektoral

Direktorat Res PPA Dan PPO Polda NTT Perkuat Sinergi Lintas Sektoral

Sejumlah Perwira Dimutasi, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda NTT Jadi Wakapolres Sumba Barat Daya

Sejumlah Perwira Dimutasi, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda NTT Jadi Wakapolres Sumba Barat Daya

Bertemu Istri Gubernur NTT, Direktur Res PPA Dan PPO Polda NTT Bahas Berbagai Isu Dan Dorong Pemblokiran AplikasI MiChat

Bertemu Istri Gubernur NTT, Direktur Res PPA Dan PPO Polda NTT Bahas Berbagai Isu Dan Dorong Pemblokiran AplikasI MiChat

Tikam Rekannya di Belu, Tiga Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polda NTT di Kupang

Tikam Rekannya di Belu, Tiga Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polda NTT di Kupang

Menyeberang Lautan, Kapolres Rote Ndao Antar Bantuan Kapolda NTT ke Landu Leko dari Rumah ke Rumah

Menyeberang Lautan, Kapolres Rote Ndao Antar Bantuan Kapolda NTT ke Landu Leko dari Rumah ke Rumah

Komentar
Berita Terbaru