Rabu, 25 Februari 2026

Niat Bekerja di Australia, Tujuh WNA Dipulangkan dan Masuk Wilayah Perairan Rote Ndao

Imanuel Lodja - Rabu, 25 Februari 2026 12:55 WIB
Niat Bekerja di Australia, Tujuh WNA Dipulangkan dan Masuk Wilayah Perairan Rote Ndao
ist
Aparat kepolisian saat mengamankan tujuh WNA diduga imigran gelap di wilayah hukum Polsek Rote Selatan

digtara.com - Polres Rote Ndao mengamankan tujuh orang Warga Negara Asing (WNA) terduga imigran pada Selasa (24/2/2026) pagi.

Baca Juga:

Mereka berasal dari China empat orang dan tiga orang berasal dari Uzbekistan.

Selain mengamankan tujuh WNA, polisi juga mengamankan satu unit kapal tanpa nama di pesisir laut Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono menyebutkan kalau tujuh WNA diduga imigran gelap ini diamankan di Pantai Masidae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Baca Juga:
Kapolsek Rote Selatan, Ipda Andi Salata dan anggota mengevakuasi mereka ke Mapolres Rote Ndao.

Empat WNA asal China masing-masing Hui Jie (40), Jiang Bo (58), Chen Yong (36) dan Dia Guozhong (51).

Sementara tiga WNA asal Uzbekistan yakni Kasimov (54), Sultanmoradov (22) dan Shodiev (24).

Penyidik Satreskrim Polres Rote Ndao sudah melakukan pengambilan keterangan terhadap para WNA.

Chen Yong, salah satu WNA asal China mengaku tiba di Jakarta-Indonesia pada 8 Januari 2026 dan menginap selama 23 hari di salah satu hotel di Jakarta.

Para WNA asal China mengaku tinggal di Kendari selama kurang lebih satu minggu sejak 3 Februari 2026.

Baca Juga:
Mereka kemudian berangkat tengah malam pada 11 Februari 2026.

"Dua orang yang mengurus merupakan WNI di Kendari menggunakan mobil membawa para WNA naik ke kapal," ujar Kapolres.

Para WNA asal China mengaku tiba di Border Australia selama delapan hari perjalanan dari Kendari-Sulawesi.

Kemudian mereka tertangkap oleh pihak Australia dan diberikan speed boat yang dibekali BBM secukupnya. Mereka diperintahkan berlayar kembali sehingga masuk ke perairan Indonesia (Rote Ndao bagian selatan).

Para WNA asal China mengaku berkomunikasi dengan para pengurus menggunakan media sosial Tiktok, namun lupa nama akun tiktok.

Mereka mengaku ingin ke Australia dalam rangka bekerja menghasilkan uang.

Baca Juga:
Sedangkan WNA asal Uzbekistan mengaku memberikan sejumlah uang kepada pengurus sebesar 400 dolar per orang.

WNA asal Uzbekistan, Shodiev mengaku berangkat dari Uzbekistan - Jakarta (Indonesia) dan ke Kendari, Sulawesi.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Diguyur Hujan dan Arus Deras, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat Bagi Anak Sekolah di Sumba Barat Daya

Diguyur Hujan dan Arus Deras, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat Bagi Anak Sekolah di Sumba Barat Daya

Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT

Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT

Anggota Satbrimob Polda NTT Gagalkan Penyelundupan Belasan Jerigen Miras di Perairan Pulau Buaya

Anggota Satbrimob Polda NTT Gagalkan Penyelundupan Belasan Jerigen Miras di Perairan Pulau Buaya

Ditangkap Resmob Polda NTT di Kupang, Polsek Rote Timur Jemput Mahasiswa Pelaku Penganiayaan IRT

Ditangkap Resmob Polda NTT di Kupang, Polsek Rote Timur Jemput Mahasiswa Pelaku Penganiayaan IRT

Tujuh WNA Asal China Dan Uzbekistan Diamankan di Rote Ndao, Empat WNI Pengantar Kabur

Tujuh WNA Asal China Dan Uzbekistan Diamankan di Rote Ndao, Empat WNI Pengantar Kabur

Peduli Warga, Dansat Brimob Polda NTT Tegaskan Komitmennya Bangun Jembatan Penghubung di Desa Lipa

Peduli Warga, Dansat Brimob Polda NTT Tegaskan Komitmennya Bangun Jembatan Penghubung di Desa Lipa

Komentar
Berita Terbaru