Dana Ratusan Miliar Rupiah Disalurkan Jelang Hari Raya Keagamaan di NTT
digtara.com -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) bersiap menghadapi potensi lonjakan harga pangan pada semester pertama di 2026.
Baca Juga:
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyebut pemerintah pusat melalui APBN memberi dukungan pengendalian inflasi senilai Rp 762,38 miliar pada momentum 9 musim hari keagamaan seperti Imlek, awal Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, Nyepi, Masa Prapaskah, hingga Paskah.
Adidoyo mengungkap ini saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kupang beberapa waktu lalu.
Baca Juga:"Inflasi NTT Januari 2026 tercatat 3,34 persen year on year (yoy) dan masih dalam kisaran sasaran nasional. Namun kita tetap waspada, terutama menghadapi rangkaian HBKN di semester I," ujarnya.
TPID juga mencatat pada periode Februari–Juni 2026 yang akan diisi berbagai hari raya lintas agama ini akan berdampak pada permintaan komoditas utama seperti beras, daging ayam, telur, gula, minyak goreng, cabai, dan sayuran segar meningkat dalam waktu berdekatan. Situasi tersebut dinilai berisiko mendorong kenaikan harga berlapis.
Berdasarkan pengalaman 2025 menunjukkan pengendalian inflasi cukup efektif, dengan capaian 2,39 persen (yoy). Namun ia memprediksi tekanan 2026 dinilai lebih berat karena banyaknya momen hari besar dalam waktu berdekatan.
NTT sendiri sebagai provinsi kepulauan menjadi tantangan besar terkait distribusi sehingga mempengaruhi lonjakan harga bila ada keterlambatan pasokan antar pulau, biaya angkut, hingga keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin.
Baca Juga:Adidoyo menyebut dukungan kebijakan dan anggaran pengendalian inflasi dari APBN di NTT ini sebesar Rp 762,38 miliar pada 2026.
Selain itu pemerintah mendorong perluasan gerakan tanam cabai, sayuran, dan hortikultura lain, karena komoditas segar kerap menjadi pemicu utama lonjakan inflasi di NTT.
Ia berharap kombinasi intervensi pasar, penguatan distribusi, serta peningkatan produksi lokal bisa menjaga daya beli masyarakat tetap stabil di tengah padatnya musim hari besar 2026.
Baca Juga:Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam pertemuan itu pun mengarahkan agar pengendalian inflasi daerah diarahkan pada prinsip 4K, yakni ketersediaan stok, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang efektif.
Selanjutnya, dalam jangka pendek pada periode combo festive season 2026 ini, pemerintah akan mengintensifkan Gerakan Pasar Murah (GPM), sidak pasar, mencegah penimbunan barang, dan memastikan distribusi pangan lancar hingga ke daerah.
"Pemerintah optimistis, melalui sinergi lintas sektor, harga kebutuhan pokok tetap terkendali, ketahanan pangan terjaga, dan ekonomi NTT terus tumbuh," kata dia.
Goldy Kendal Bekali 45 Jemaah Umrah, Manasik Digelar Sejak Tiga Bulan Sebelum Berangkat
Link DANA Kaget Hari Ini 27 September 2026, Cek Ciri Link Asli dan Cara Klaim Aman
Kode Redeem Higgs Domino Hari Ini 21 September 2026, Klaim Chips Gratis hingga 1 Triliun
5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA 2026, Bisa Dapat Reward dari HP
DANA Kaget Saldo Gratis Rp1.000 hingga Rp100.000, Cek Cara Klaimnya