Jumat, 16 Januari 2026

Kades Minta Dilakukan Penelitian Soal Semburan Lumpur di Semau

Imanuel Lodja - Kamis, 15 Januari 2026 13:56 WIB
Kades Minta Dilakukan Penelitian Soal Semburan Lumpur di Semau
net
Kades Minta Dilakukan Penelitian Soal Semburan Lumpur di Semau

digtara.com-Kepala Desa (Kades) Uitiuhtuan, Ony Natun membenarkan kejadian semburan lumpur seperti yang tersebar dari video di jagat maya.

Baca Juga:

Ia menyebut tak ada dampak lanjutan terhadap sektor pertanian, peternakan, maupun terhahap warga setempat pasca semburan lumpur ini.

Sebelumnya beredar video fenomena semburan lumpur di area Bukit Liman, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Semburan ini muncul pada Senin, (12/1/2026), sekitar pukul 08.00 WITA.

Baca Juga:
Kejadian ini bukan kali pertama, kata dia, melainkan sudah tiap tahunnya peristiwa ini berulang.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait agar bisa dilakukan penelitian terhadap fenomena alam tersebut.

"Aman dan terkendali. Ini memang sudah seringkali terjadi selama ini tetapi kami merasa hal itu biasa karena setiap tahun itu hampir sering terjadi," jelas dia pada Rabu (14/1/2026) petang.

Ia berharap penelitian dilakukan agar memberikan kejelasan kepada masyarakat setempat mengenai semburan lumpur ini.

"Supaya bisa dipastikan, jangan sampai punya dampak yang besar terhadap masyarakat sekitar beberapa tahun ke depan di desa ini sampai ke desa tetangga," ujarnya lagi.

Menurut pengalamannya, semburan ini biasa terjadi saat curah hujan tinggi dan area semburan ini seluas 10 hingga 20 meter di dekat area pantai. Sementara tinggi semburan, menurut laporan yang diterimanya tidak signifikan atau sekitar 30 centimeter hingga 1 meter.

Baca Juga:
"Sudah tidak lagi. Hanya satu hari saja, di kemarin itu," tandasnya.

Fenomena alam semburan lumpur dari bukit Liman, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, NTT muncul pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 Wita.

Fenomena semburan lumpur ini direkam oleh seorang warga setempat.

Dalam video berdurasi sekitar tiga menit tersebut, terlihat semburan lumpur dari kaki bukit yang dari kejauhan menyerupai gelombang besar, sehingga menimbulkan asumsi keliru di tengah masyarakat.

Dari hasil verifikasi, diketahui bahwa aktivitas semburan lumpur telah berhenti pada Selasa (13/1/2026) pagi.

Endapan lumpur tersisa berukuran sekitar 30 x 40 meter.

Baca Juga:
Lokasi semburan berada sekitar 2 kilometer dari permukiman warga.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.

Polda NTT memastikan fenomena semburan lumpur yang terjadi di Bukit Liman, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, bukan merupakan letusan gunung api.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Atasi Ancaman Abrasi, Warga Purworejo Bonang Gandeng Komunitas Phylosopicture KPI UIN Walisongo Tanam Mangrove di Sepanjang Pesisir

Atasi Ancaman Abrasi, Warga Purworejo Bonang Gandeng Komunitas Phylosopicture KPI UIN Walisongo Tanam Mangrove di Sepanjang Pesisir

Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga, Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Desalinasi Desa Banjarsari Sayung Demak

Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga, Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Desalinasi Desa Banjarsari Sayung Demak

Viral! Mobil Siaga Desa Geneng Terparkir di Tempat Karoake, Pengguna Diduga Anak Kades

Viral! Mobil Siaga Desa Geneng Terparkir di Tempat Karoake, Pengguna Diduga Anak Kades

Presiden Prabowo Luncurkan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Ahmad Luthfi: Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Presiden Prabowo Luncurkan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Ahmad Luthfi: Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Rumah Mantan Kades di Sabu Raijua Terbakar

Rumah Mantan Kades di Sabu Raijua Terbakar

Senpira dan Miras Diamankan Polres Kupang Saat Operasi Pekat di Pulau Semau

Senpira dan Miras Diamankan Polres Kupang Saat Operasi Pekat di Pulau Semau

Komentar
Berita Terbaru