Minggu, 11 Januari 2026

Bupati Aceh Timur Copot Kepala BPBD karena Pendataan Korban Banjir Dinilai Lamban

Arie - Sabtu, 10 Januari 2026 17:10 WIB
Bupati Aceh Timur Copot Kepala BPBD karena Pendataan Korban Banjir Dinilai Lamban
suara.com
Bupati Aceh Timur copot Kepala BPBD karena pendataan korban banjir lamban. Jabatan diganti demi percepatan penanganan dan pemulihan.

digtara.com - Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky mencopot Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Afifullah, karena dinilai lamban dalam melakukan pendataan korban banjir.

Baca Juga:

Keputusan tegas tersebut diambil demi memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan berbasis data yang akurat.

"Hari ini saya copot Plt BPBD dari jabatannya karena kita butuh langkah cepat dan data yang lengkap," kata Iskandar, dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Januari 2026.

Pendataan Lamban Hambat Penyaluran Bantuan Banjir

Baca Juga:
Bupati Aceh Timur menilai lemahnya kecepatan respons serta ketidaksiapan data korban banjir berdampak langsung terhadap proses penyaluran bantuan dan perencanaan pemulihan wilayah terdampak.

Menurutnya, daerah yang sedang berada dalam kondisi darurat membutuhkan kepemimpinan yang mampu bergerak cepat, presisi, dan terukur.

Kondisi tersebut menjadi alasan utama dilakukannya pergantian pimpinan di tubuh BPBD Aceh Timur.

Syahrizal Fauzi Ditunjuk Pimpin BPBD Aceh Timur

Sebagai langkah perbaikan, Al-Farlaky menunjuk Syahrizal Fauzi, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Inspektorat Aceh Timur, untuk memimpin BPBD Aceh Timur.

Penunjukan ini diharapkan mampu mempercepat proses pendataan, penanganan bencana, serta koordinasi lintas instansi di lapangan.

Baca Juga:
Jabatan Publik Harus Diisi Pejabat Berkompeten

Iskandar menegaskan bahwa penataan organisasi pemerintahan menjadi bagian penting dari strategi percepatan pemulihan pascabencana.

Ia menekankan bahwa jabatan publik tidak dapat diisi oleh individu yang tidak memiliki kapasitas dan kesiapan bekerja di bawah tekanan.

Menurutnya, efektivitas pemerintahan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, sehingga penempatan pejabat harus berbasis kompetensi, bukan relasi atau latar belakang personal.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Hampir 15 Ribu Warga Masih Mengungsi Akibat Bencana di Sumatera Utara

Hampir 15 Ribu Warga Masih Mengungsi Akibat Bencana di Sumatera Utara

30 Ton Bantuan Dikirim ke Sumatra, Dua Pesawat Charter Armada Kemanusiaan Berangkat dari Jakarta

30 Ton Bantuan Dikirim ke Sumatra, Dua Pesawat Charter Armada Kemanusiaan Berangkat dari Jakarta

Banjir Rendam 22 Desa di Cirebon, 6.530 Warga Terdampak Akibat Sungai Meluap

Banjir Rendam 22 Desa di Cirebon, 6.530 Warga Terdampak Akibat Sungai Meluap

Update Korban Bencana Sumbar: 166 Meninggal Dunia, 111 Orang Masih Hilang per 1 Desember 2025

Update Korban Bencana Sumbar: 166 Meninggal Dunia, 111 Orang Masih Hilang per 1 Desember 2025

Siap Tangani Bencana Alam, Polres TTS Gelar Simulasi Tanggap Darurat

Siap Tangani Bencana Alam, Polres TTS Gelar Simulasi Tanggap Darurat

Buat Dokumen Abal-Abal, Mantan Kepala BPBD dan Kabid di Tebingtinggi Ditahan Kejari: Kerugian Negara Rp116 Juta

Buat Dokumen Abal-Abal, Mantan Kepala BPBD dan Kabid di Tebingtinggi Ditahan Kejari: Kerugian Negara Rp116 Juta

Komentar
Berita Terbaru