Jumat, 09 Januari 2026

Dari Sumsel, Maluku, NTT Dan Maluku Utara, Brigjen Pol Murry Mirranda 'Jenderal Pegiat Sosial' Kini Menyandang Bintang Satu di Bangka Belitung

Imanuel Lodja - Selasa, 06 Januari 2026 13:20 WIB
Dari Sumsel, Maluku, NTT Dan Maluku Utara, Brigjen Pol Murry Mirranda 'Jenderal Pegiat Sosial' Kini Menyandang Bintang Satu di Bangka Belitung
ist
Brigjen Pol Murry Mirranda

digtara.com -Perjalanan hidup dan karier seseorang tidak bisa diprediksi. Semua diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Baca Juga:

Pencapaian jabatan pada sebuah jenjang kepangkatan pun karena seizin Yang Maha Kuasa dan atas penilaian pimpinan dan institusi.

Per 1 Januari 2026, Murry Mirranda yang juga jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 ini pecah bintang dan resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) polisi.

Jenderal bintang satu ini pun didapuk menjadi Wakapolda Bangka Belitung pasca ia menjalani tugas sebagai Irwasda Polda NTT selama satu tahun atau sejak 29 Desember 2024 lalu.

Baca Juga:
Brigjen Pol Murry Mirranda menyelesaikan pendidikan SD dan SMP di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

prestasi akademik di SD dan SMP menghantar Brigjen Pol Murry Mirranda diterima di SMA Taruna Nusantara. Selama tiga tahun ia ditempa di SMA yang terletak di Magelang Jawa Tengah ini.

Nasib baik berpihak pada Brigjen Pol Murry Miranda karena bisa masuk Akpol dan menyelesaikan pendidikan Akpol pada tahun 1996.

Karier kepolisian pun dimulai menjadi Perwira pertama (Pama) di Polda Sumatera Selatan (Sumsel) hingga menjadi Kapolsek dan Kasat Reskrim di wilayah hukum Polda Sumsel.

Setelah menjalani pendidikan PTIK, ia kemudian menjadi Pama di Polda Maluku. Sejumlah jabatan dipercayakan mulai dari Kasat Reskrim dan jabatan di Direktorat Narkoba hingga menjadi wakapolres Kepulauan Aru.

Dari Polda Maluku, Brigjen Pol Murry Mirranda kembali bertugas di Baharkam Polri dan menduduki sejumlah posisi penting.

Baca Juga:
Pada tahun 2015, lulusan S2 pada Universitas Kristen Indonesia ini dipercayakan menjadi Kapolres Rote Ndao, Polda NTT. Jabatan ini diemban tiga tahun lebih dan selanjutnya ditarik ke Lemdiklat Polri.

Brigjen Pol Murry Mirranda pun menyelesaikan pendidikan di Sesko TNI XLIV dan ditarik menjadi auditor kepolisian madya di Itwasum Polri.

Ia kembali dipercayakan menjadi Irwasda di Polda Maluku Utara serta selanjutnya menjadi Irwasda Polda NTT.

Kini, pria yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris, Indonesia, Ambon, Padang, Melayu dan Palembang ini dipercayakan Kapolri menjadi Wakapolda Babel.

Murry Miranda menggantikan pejabat Wakapolda Bangka Belitung sebelumnya Brigjen Pol Tony Harsono yang diangkat dalam jabatan baru sebagai Auditor Kepolisian Utama TK I Itwasum Polri.

Rotasi jabatan Perwira Tinggi (Pati) ini tertuang dalam surat telegram Nomor ST/2781/XII/KEP./2025 per 15 Desember 2025 ditandatangani Kapolri atas nama As SDM Irjen Anwar per 15 Desember 2025.

Baca Juga:
Polda Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) adalah Polda Tipe A, yang dipimpin oleh seorang Kapolda berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) dan Wakapolda berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Dengan begitu, Kombes Pol Murry Miranda selain mendapat promosi jabatan juga akan mendapatkan kenaikan pangkat bintang satu yaitu Brigadir Jenderal.

Penyematan kenaikan pangkat jadi Brigjen sudah dilakukan saat Murry Miranda dilantik menjadi Wakapolda Babel oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pekan lalu.

Di luar struktur Polri, ia pernah ditugaskan menjadi Kepala Bidang Penanganan Kejahatan Luar biasa pada Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Transnasional dan kejahatan luar biasa Kemenko Polhukam serta menjadi Kabag Pengamanan di Mahkama Konstitusi RI.

Baca Juga:
Murry Miranda dikenal sebagai perwira Polri yang dekat dengan masyarakat. Ia juga dikenal karena aksi kemanusiaannya seperti program bedah rumah warga dan pembagian sembako secara rutin.

Pada tahun 2022 lalu, Murry Mirranda sempat menjadi kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 karena kepedulian sosialnya yang tinggi saat bertugas di wilayah pelosok.

Murry Miranda saat masih berpangkat AKBP pernah menjabat Kapolres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2015-2018.

Sebagai Kapolres Rote Ndao, Murry turut berupaya menjamin kesejahteraan masyarakat setempat.

Semasa menjabat sebagai Kapolres Rote Ndao, ia banyak membantu masyarakat ekonomi rendah dengan selalu memberikan bantuan berupa sembako dan juga bedah rumah.

Murry Mirranda selalu membawa sembako di dalam mobil dinas untuk dibagikan kepada setiap masyarakat yang ditemui beliau saat bertugas dan saat melakukan kunjungan ke manapun.

Baca Juga:
Apabila ia melihat masyarakat kurang mampu, tak segan untuk turun dari mobil, lalu memberikan sembako.

Selain membagikan sembako, Murry Mirranda juga pernah membedah rumah warga yang dianggap tak layak huni.

Saat kunjungan ke Polsek di wilayah Rote Ndao, ia melihat rumah yang tidak layak dan masyarakatnya yang kurang mampu. Murry pun langsung terjun kemudian langsung memerintahkan anggota untuk bedah rumah.

Aksi sosial bagi-bagi sembako dan bedah rumahnya menggunakan dana pribadinya. Saat menjabat Kapolres Rote Ndao tahun 2016, ia membuat seribu paket sembako untuk dibagikan langsung ke masyarakat.

Di tahun berikutnya, Murry menambah paket sembakonya menjadi 1.500. Hal itu dilakukan karena melihat 70 persen masyarakat Kabupaten Rote Ndao merupakan masyarakat miskin.

Pembagian pun tidak dengan cara mengumpulkan warga penerima di suatu lokasi. Namun Murry Mirranda melakukan dengan aksi door to door langsung dengan berkeliling ke kampung. Tak segan, Murry memikul sendiri sembako yang dibagikan dengan berjalan kaki ke rumah warga.

Baca Juga:
Murry sangat sering berkeliling kampung untuk menginap di pemukiman warga setiap akhir pekan. Tidak lupa, dia juga memberi sejumlah bantuan peralatan sekolah untuk anak-anak serta pengobatan gratis.

Walau sudah disiapkan kamar di rumah warga, Murry memilih tidur di teras rumah warga yang didatangi guna ikut merasakan susahnya hidup masyarakat.

Kegiatan bedah rumah diinisiasi sejak 2016 hingga 2018. Murry pun sampai lupa berapa jumlah rumah warga yang pernah dibedah sewaktu menjabat Kapolres Rote Ndao.

Sistemnya adalah ia membuka laporan rumah tak layak huni melalui media sosial Facebook pribadinya. Usai mendapat laporan warga, kemudian survey ke lokasi rumah yang dilaporkan lalu dilakukan pembedahan.

Program bedah rumah itu ia lakukan bergantung dari laporan warga di Facebook. Jka laporan banyak maka dalam sebulan bisa 2 hingga 3 rumah dibedah tergantung pengaduan dan laporan warga.

Semua dilakukan dengan dana pribadi. Selain memperbaiki rumah warga, Murry pun tidak lupa menitipkan sembako dan biaya hidup kepada keluarga yang rumahnya dibedah.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

Didukung ICITAP, Polda NTT dan Lembaga Terkait Bahas masalah TPPO di NTT

Didukung ICITAP, Polda NTT dan Lembaga Terkait Bahas masalah TPPO di NTT

Pimpin Sertijab PJU dan Dua Kapolres, Kapolda NTT Juga Lantik Kombes Nova Irone Surentu Jadi Direktur PPA Dan PPO

Pimpin Sertijab PJU dan Dua Kapolres, Kapolda NTT Juga Lantik Kombes Nova Irone Surentu Jadi Direktur PPA Dan PPO

Penyandang Disabilitas di Manggarai Timur Dapat Bantuan dari Kapolda NTT

Penyandang Disabilitas di Manggarai Timur Dapat Bantuan dari Kapolda NTT

Kerja Tak Kenal Lelah, Kapolda NTT Apresiasi Tim SAR Gabungan Dalam Pencarian Korban Kapal Tenggelam

Kerja Tak Kenal Lelah, Kapolda NTT Apresiasi Tim SAR Gabungan Dalam Pencarian Korban Kapal Tenggelam

Kapolda NTT Berharap Tahun 2026 Bersih Dari Pelanggaran Anggota Polri

Kapolda NTT Berharap Tahun 2026 Bersih Dari Pelanggaran Anggota Polri

Komentar
Berita Terbaru