Pasca Kebakaran, Kampung Adat di Sumba Barat Direkontruksi Ulang
digtara.com -Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, bersama Wakil Bupati, Thimo Ragga memastikan pembangunan atau rekontruksi ulang terhadap situs Kampung Adat Waru Wora, Desa Patiala, yang terbakar pada Jumat (5/12/2025).
Baca Juga:
Keduanya menegaskan hal tersebut kepada masyarakat yang menjadi korban kebakaran dalam kunjungan mereka pada akhir pekan lalu.
Bupati Yohanis juga menyampaikan duka dari Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Barat atas kebakaran yang menghilangkan nilai sejarah, budaya, dan spiritual bagi masyarakat Lamboya ini.
Bupati Yohanis Dade menegaskan Pemda Sumba Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat dan melakukan langkah-langkah pemulihan jangka panjang, termasuk rencana rekonstruksi rumah adat yang terbakar.
Baca Juga:
Wakil Bupati Thimo Ragga juga siap mendata melalui dinas terkait bersama pemerintah desa untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga terdampak sama ini.
"agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan semua keluarga yang terdampak bisa segera pulih," katanya.
Tidak hanya dibangun ulang, Pemda Sumba Barat juga memastikan upaya fasilitas dan upaya mitigasi bencana pada kawasan permukiman tradisional akan tersedia karena sebagian besar bangunannya berbahan kayu dan ilalang yang rawan terbakar.
Wakil Bupati Thimo juga mengingatkan masyarakat agar tidak saling menyalahkan terkait awal mula sumber api yang menyebabkan malapetaka tersebut.
Baca Juga:
"Serahkan pada kepolisian. Kami telah berkoordinasi dengan Polres Sumba Barat untuk mengetahui penyebab kebakaran ini," tegasnya.
Kebakaran sering terjadi beberapa tahun terakhir termasuk di Kampung Deke pada tahun 2021.
"Untuk itu pemerintah akan menyiapkan juga rumah sementara dan fasilitas air bersih melalui Dinas PU. Duka ini adalah duka kita bersama," ujarnya.
Kebakaran melanda Kampung Waruwora, Jumat petang (5/12/2025), sehingga 41 kepala keluarga (KK) atau total 139 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga:
Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali, menyatakan 78 persen dari kampung itu mengalami kebakaran.
Kejadian bermula saat sejumlah warga yang mengambil kayu untuk membuat kandang babi melihat atap di bagian belakang rumah milik Marsel Yeru sudah terbakar.
Mereka langsung memanggil pemilik rumah namun tak ada respon. Mereka langsung berupaya memadamkan api secara manual.
Namun api cepat menyebar karena rumah-rumah ini berbahan alang-alang dan kayu.
Baca Juga:
Tanah Galian Longsor, Dua Pelajar SD Di Sumba Barat Daya Meninggal Tertimbun Longsoran
Kebakaran Vegetasi di Gunung Iya, Ende, Masih Berlanjut
Satgas Saber di Sumba Barat Pantau Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar
Konsumsi Miras dan Bawa Sajam Dilarang Saat Atraksi Pasola di Sumba Barat
Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang
Pelaku Kabur, Kuda Curian Diamankan Anggota Polres Sumba Barat
Menaker Pastikan Posko THR 2026 Tetap Buka Saat Libur, Aduan Pekerja Jadi Prioritas
Kode Redeem FC Mobile 20 Maret 2026 Terbaru, Klaim Pemain OVR Tinggi dan 2.000 Gems Gratis
Pertamina Tambah 3,2 Juta Tabung LPG Jelang Idulfitri 2026, Pasokan Sumbagut Diperkuat
Cek Harga Emas UBS dan GALERI24 di Pegadaian Hari Ini Jumat 20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh 21 Maret, Ini Hasil Sidang Isbat dan Penjelasannya
Pengadilan Agama di Kupang Tolak Permohonan Isbat Rukyat Karena Hilal Tak Terlihat
Cuaca Buruk, Hilal Tak Teramati dari Kupang