Masalah Miras dan Kasus Kriminal Masih Menjadi Isu Utama Dialog Kapolres Alor dan Warga
digtara.com -Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari kembali membangun ruang dialog dengan warga dalam kegiatan Jumat Curhat akhir pekan lalu.
Baca Juga:
Turut hadir Wakapolres Alor, Kompol Jeri Samzon Puling, Kasat Binmas, AKP Ferdinand Yalla, Kasat Lantas, Iptu Muhammad Aris Salama, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, ketua RT dan RW, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Mutiara. Lurah Mutiara, Jeremias Imanuel Maitia dan Ketua LPM Yefta Djahasana.
Kapolres Alor menegaskan bahwa Jumat Curhat merupakan kegiatan rutin kepolisian untuk mendengar langsung keluhan masyarakat terkait situasi kamtibmas.
Baca Juga:Ia menekankan bahwa kehadiran kepolisian merupakan bukti kepedulian terhadap keamanan daerah, sekaligus upaya mencegah konflik antar kampung.
Kapolres juga menjelaskan bahwa selain Jumat Curhat, Polres Alor secara rutin melaksanakan kegiatan Minggu Kasih yang memiliki tujuan serupa, yaitu mendengarkan aspirasi warga.
Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Alor dalam beberapa minggu ini sudah mulai kondusif, itu merupakan salah satu dampak dari kegiatan razia Miras secara terus menerus baik yang turun dari kapal maupun ke kios-kios dengan hasil ribuan liter Miras disita dan diamankan.
Selanjutnya mengingatkan masyarakat mengenai Operasi Zebra yang akan berlangsung pada 17–30 November 2025 dan menghimbau agar seluruh pengendara melengkapi kelengkapan kendaraannya.
Dalam sesi dialog, berbagai keluhan dan masukan disampaikan warga kepada Kapolres dan jajarannya.
Baca Juga:Tokoh perempuan, Maria Tangasa, menyampaikan keresahan mengenai konsumsi miras yang tidak hanya dilakukan pemuda tetapi juga ASN.
Maria memberikan dukungan kepada Polres Alor untuk terus berantas Miras sampai habis. "kita ketahui bersama setelah Polres sering razia Miras maka tawuran sudah mulai reda," ujarnya.
Mengenai pelaksanaan Tilang kepada pengendara kendaraan, ia berharap harus ditindak tegas semua tanpa tebang pilih.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan, sebaiknya masyarakat harus diajak secara bersama-sama melaksanakan bakti sosial membersihkan parit dan selokan agar nanti pada saat hujan deras tidak menyebabkan terjadinya banjir.
Masukan serupa datang dari Viktor Hinadang yang meminta patroli malam diperbanyak untuk mencegah aktivitas pemuda yang sering berkumpul hingga larut malam.
Baca Juga:Sementara itu, Agustinus Kaibara alias Kuman menyampaikan harapan agar pihak kepolisian dapat mendorong pemerintah membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja.
Warga lainnya, Wati Makoni, meminta agar patroli gabungan TNI/Polri dan Satpol PP kembali diintensifkan untuk mengatasi tawuran.
Menanggapi seluruh keluhan tersebut, Kapolres Alor menegaskan komitmen Polres Alor dalam menertibkan konsumsi miras, termasuk di internal Kepolisian.
Ia mengungkapkan bahwa anggota yang kedapatan mengonsumsi miras telah diberi peringatan keras dan ancaman pemecatan sesuai instruksi Kapolda NTT.
Baca Juga:Terkait ASN yang mengkonsumsi miras, Kapolres menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan Bupati Alor serta memerintahkan pendataan pegawai yang terlibat.
Ia juga memastikan bahwa penertiban terhadap sopi kiser dan moke akan terus dilakukan dengan dukungan masyarakat.
Kapolres menambahkan bahwa Polres Alor akan meningkatkan patroli di wilayah-wilayah rawan seperti Jembatan Hitam dan Beldang.
Ia turut menegaskan bahwa patroli gabungan TNI/Polri masih berjalan, sementara Satpol PP akan dilibatkan kembali melalui koordinasi resmi.
Kasat Lantas Polres Alor, Iptu Muhammad Aris Salama menambahkan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan tebang pilih dalam penindakan tilang.
Baca Juga:Kendala yang terjadi lebih berkaitan dengan keterbatasan personil. Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen kendaraan di Alor berstatus tidak lengkap atau "bodong", sehingga penindakan dalam Operasi Zebra kedepan akan difokuskan pada helm, SIM, dan kelengkapan kendaraan.
Wakapolres Alor turut mempertegas bahwa tidak ada pengecualian dalam penindakan tilang, termasuk bagi keluarga anggota kepolisian.
Ia juga menyoroti kurangnya pengawasan orang tua sebagai salah satu penyebab meningkatnya tawuran antar pemuda.
Video Konsumsi Miras di Ruang Rawat Inap Puskesmas Viral, Empat Pemuda di Amarasi-Kupang Minta Maaf
Miras Jadi Pemicu Aksi Kekerasan Berujung Kematian Satu Warga di Kabupaten Malaka
Hadiri Perayaan Natal di GKII Welai, Kapolres Alor Sampaikan Sejumlah Pesan Kamtibmas
Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa
Didominasi Konsumsi Miras, 346 Orang NTT Meninggal Akibat Lakalantas