Selasa, 03 Maret 2026

Buronan AFP Dikabarkan Masuk Wilayah NTT, Kapolresta Kupang Kota Sisir Perairan Kota Kupang

Imanuel Lodja - Sabtu, 25 Oktober 2025 19:06 WIB
Buronan AFP Dikabarkan Masuk Wilayah NTT, Kapolresta Kupang Kota Sisir Perairan Kota Kupang
ist
Kapolresta Kupang Kota dan anggota melakukan patroli dan menyisir wilayah perairan Kupang pada Sabtu (25/10/2025)

digtara.com -Buronan polisi Australia atau Australian Federal Police (AFP) disinyalir masuk wilayah NTT dengan menggunakan kapal.

Baca Juga:

Mengantisipasi hal tersebut, Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari langsung melakukan patroli di perairan Kota Kupang pada Sabtu (25/10/2025).

Patroli dilakukan di Pelabuhan Tenau, Kota Kupang.

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari didampingi Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Kupang Kota, AKP Mesakh Yohanis serta Kapolsubsektor Pelabuhan Tenau, Iptu Teguh Imam Santoso dan anggota Polsubsektor Pelabuhan Tenau.

Baca Juga:
Patroli pada Sabtu siang dilakukan di perairan di wilayah hukum polresta Kupang Kota.

Kegiatan diawali dengan pengecekan kapal patroli polisi (speedboat) tipe C3 milik Polresta Kupang Kota yang diparkir di pelabuhan Tenau oleh Aipda Nisnoni.

Kemudian dilanjutkan dengan pengecekan alat kelengkapan keselamatan serta bahan bakar minyak (BBM).

Kapolresta dan anggota langsung melakukan patroli menyusuri pantai di sekitar pelabuhan Tenau dan juga ke arah Oesapa serta menyisir tempat berlabuhnya kapal ikan.

Kapolresta mengakui kalau patroli laut yang dilakukan ini setelah pihaknya mendapat laporan informasi terkait dengan adanya buronan AFP yang memasuki wilayah NTT

"Kegiatan ini juga kami lakukan setelah beberapa hari yang lalu adanya kerjasama antara Polda NTT dan Divisi Hubungan Internasional Polri yang bekerjasama dengan AFP untuk pencegahan people smuggling dan NTT zero Tindak Pidana Perdagangan Orang," ujar Kombes Djoko Lestari pada Sabtu petang.

Baca Juga:
Disisi lain, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap kegiatan masyarakat maupun nelayan di wilayah pesisir.

"Dengan kecepatan kapal 3,8 knot, kecepatan angin 10 kilometer per jam , tinggi gelombang 0,1 meter dan kelembaban udara 32 derajat celcius, kami telusuri wilayah laut untuk memastikan bahwa laut kita aman dari people smuggling," tandas Kapolresta.

Hal ini juga dilakukan guna melihat kesiapan dan kecepatan anggota KP3 Laut Tenau dalam menanggapi laporan masyarakat di laut dan solusi yang diberikan jika mendapat laporan di sekitar perairan Kota Kupang.

"Juga mencegah terjadinya penyelundupan melalui laut sebagai salah satu wujud hadirnya Polri di tengah tengah masyarakat," sambung Kombes Djoko Lestari.

Setelah sekitar dua jam melakukan patroli, Kapolresta dan aggota kembali ke pelabuhan Tenau dan memastikan wilayah laut serta pesisirnya terpantau aman.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jemaah Umroh Asal NTT Diminta Tunda Agenda Umroh Saat Konflik Timur Tengah Menguat

Jemaah Umroh Asal NTT Diminta Tunda Agenda Umroh Saat Konflik Timur Tengah Menguat

Awal Pekan Bulan Maret, Kapolresta Kupang Kota dan Para Kapolsek Jadi Inspektur Upacara di Sejumlah Sekolah di Kota Kupang

Awal Pekan Bulan Maret, Kapolresta Kupang Kota dan Para Kapolsek Jadi Inspektur Upacara di Sejumlah Sekolah di Kota Kupang

Terlibat Kasus Pidana di Polda Metro Jaya, Mobil Timor Leste Diamankan Resmob Polda NTT di Kota Kupang

Terlibat Kasus Pidana di Polda Metro Jaya, Mobil Timor Leste Diamankan Resmob Polda NTT di Kota Kupang

Residivis Pelaku Penikaman di Kupang Diamankan Resmob Polda NTT, Polsek Maulafa Gelar Perkara

Residivis Pelaku Penikaman di Kupang Diamankan Resmob Polda NTT, Polsek Maulafa Gelar Perkara

Direktorat Polairud Polda NTT Berbagi Menu Buka Puasa dengan Nelayan dan Warga Pesisir

Direktorat Polairud Polda NTT Berbagi Menu Buka Puasa dengan Nelayan dan Warga Pesisir

Jatanras Polresta Kupang Kota Bekuk Komplotan Pencuri Sparepart Kendaraan

Jatanras Polresta Kupang Kota Bekuk Komplotan Pencuri Sparepart Kendaraan

Komentar
Berita Terbaru