384 Anak dan Guru Keracunan, Pemkab TTS Hentikan Sementara Distribusi MBG
digtara.com -Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe mengambil langkah tegas terkait kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga:
Sebanyak 384 siswa dan guru di kota Soe keracunan usai mengkonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) yang disiapkan SPPG Dapur Kota Soe 1.
Sejak pekan ini, Bupati TTS memerintah kepada koordinator wilayah MBG Kabupaten TTS untuk sementara agar SPPG Dapur Kota Soe 1 tidak mendistribusikan MBG hingga waktu yang tidak ditentukan.
Selain itu, bupati juga minta agar kejadian tersebut dilaporkan kepada koordinator wilayah Propinsi NTT agar diambil langkah-langkah pembenahan terhadap SPPG Dapur Kota Soe 1.
Baca Juga:
Bupati saat itu didampingi Forkopimda, Sekda TTS, Edison Sipa, Kadis Kesehatan, Ria Tahun, Direktur RSUD Soe, Erwin Leo dan beberapa pejabat Esalon II.
Terkait soal hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG, bupati mengaku hingga saat ini hasil laboratoriumnya belum ada.
"Hasil laboratoriumnya belum keluar. Kita masih menunggu," ujarnya.
Soal penanganan terhadap trauma psikologis anak dan orang tua korban keracunan MBG, bupati mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk menangani hal tersebut.
Bupati mengakui kalau kasus keracunan makanan tersebut menimbulkan trauma psikologis untuk anak dan keluarga korban.
Baca Juga:
Distribusi MBG pada 3 Oktober 2025 dilakukan pada 16 sekolah, satu TPA dan empat Posyandu.
Saat itu humlah paket yang disediakan untuk didistribusi sebanyak 3.005 paket MBG.
MBG dibagikan ke tiga PAUD dengan total 54 paket yakni PAUD Bethania (25 paket), PAUD Cendana (13 paket) dan PAUD Betsyeba (16 paket).
Distribusi juga pada lima TK sebanyak 73 paket yakni TK Bethania (26 paket), TK Dharma Wanita (14 paket), TK Oenasi (17 paket), TK Ora Et Labora (11 paket) serta TK Advent (6 paket)Ada 15 paket MBG juga dibagikan ke TPA Bethania.
Empat SD total 1.051 paket yakni SD Inpres Oenasi (357 paket), SD Inpres SoE (170 paket), SD GMIT SoE 2 (452 paket), SD Advent (72 paket).
Dua SMP total 1.079 paket yakni SMP Negeri 1 SoE (1.041 paket) namun MBG ini tidak dibagikan ke anak/tidak dimakan) dan SMP Advent (38 paket).
Baca Juga:
Empat Posyandu total 280 paket yakni Posyandu Kota Baru (45 paket), Posyandu Maleset (73 paket), Posyandu Pasar Inpres (86 paket) dan Posyandu Bhayangkari (76 paket).
Paket MBG yang dibagikan terdiri dari nasi, tahu goreng, ayam suir, telur seperempat potong, mie bihun, wortel, kol, kuah soto ayam, dan buah semangka.
Pada 3 Oktober 2025 sebanyak 382 kasus dan 4 Oktober 2025 sebanyak dua kasus sehingga jumlah 384 kasus.
384 korban terdiri dari SD GMIT 2 Soe sebanyak 202 orang, SD Oenasi 70 orang, SD Inpres SoE 29 orang, TK Oenasi 20 orang, SD Advent 13 orang, SMP Advent 12 orang, SMA Karya sembilan orang, SD Inpres Maleset enam orang.
Posyandu Kota Baru enam orang, SMK Kristen enam orang, Posyandu Bhayangkari tiga orang, TK Advent dua orang, PAUD Cendana dua orang, Posyandu Maleset dua orang, Posyandu Nonohonis satu dan TK Ora Et Labora satu orang. Jumlah 384
Baca Juga:
Korban terbanyak berusia 6-15 tahun sebanyak 347 orang terdiri dari 176 orang laki-laki dan 171 orang perempuan, usia 1-5 tahun 20 orang terdiri dari enam orang pria dan 14 orang perempuan serta ysu 16-60 tahun 17 orang terdiri dari 15 orang perempuan dan dua orang pria.
Korban terbanyak adalah siswa sebanyak 350 orang disusul 17 orang keluarga siswa, 10 orang Balita/posyandu, empat orang keluarga guru dan tiga orang guru.
Gejala terbanyak adalah pusing, mual, muntah, sesak nafas dan mencret.
Semua korban rata -rata mengkonsumsi makanan dengan menu yang sama karena makanan disediakan dalam bentuk paket ompreng.
Baca Juga:
Ungkap Penyebab Keracunan MBG di SMA Negeri 1 Insana-TTU, Dinkes Uji Sampel Makanan
Sejumlah Pelajar SMA Negeri 1 Insana-TTU Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG
Dinkes Kabupaten Kupang Cek Dugaan Menu MBG Berulat
Heboh! Roti MBG di Sidimpuan Jamuran. Pihak Sekolah Tarik Kembali Dari Tangan Siswa
Viral di Medsos Lauk MBG di Kupang Dipenuhi Ulat
Pak Kajari! Menu MBG Ramadhan di Sidimpuan Bikin Heboh. Tolong Periksa Anggarannya
Warga Dua Desa di Flores Timur Bentrok Masalah Tanah, Polisi dan TNI Siaga di Lokasi
Pelajar Kelas I SMP di Kabupaten TTS Tenggelam dan Meninggal Dunia
Pertamina Jelaskan Soal Stok BBM 20 Hari: Bukan Hanya Cukup 20 Hari, Tapi Bisa Hadapi Lonjakan Konsumsi
Perdana, Polda NTT Gelar Bimlat Gratis Bagi Calon Peserta Penerimaan Anggota Polri
Warga Serbu SPBU, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman dan Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying
Daftar HP Xiaomi Termurah Maret 2026 dengan Chipset Kencang, Cocok untuk Gaming di Semua Budget
Kode Redeem FC Mobile 6 Maret 2026 Terbaru dari EA Sports, Klaim Gems dan Pemain OVR Tinggi Gratis