Selasa, 28 April 2026

Audiens Dengan Keluarga, Polisi Tegaskan Sudah Periksa 21 Saksi Dan Sita Handphone Korban Vian Ruma

Imanuel Lodja - Minggu, 21 September 2025 18:01 WIB
Audiens Dengan Keluarga, Polisi Tegaskan Sudah Periksa 21 Saksi Dan Sita Handphone Korban Vian Ruma
ist
Kapolres Nagekeo bersama Kapolsek Nangaroro saat beraudiens dengan keluarga almarhum Vian Ruma di aula Polres Nagekeo, Sabtu (20/9/2025)

digtara.com -Aparat kepolisian Polres Nagekeo berkomitmen menuntaskan kasus kematian Rudolfus Oktavianus Ruma alias Vian Ruma (30).

Baca Juga:

Guru mata pelajaran Matematika pada SMPN 1 Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT ini ditemukan meninggal dunia pada Jumat (5/9/2025) lalu.

Vian yang juga aktivis lingkungan hidup ditemukan meninggal dunia di rumah pondok di Wodo Mau, Desa Tonggo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Korban ditemukan pada posisi tergantung pada seutas tali sepatu miliknya sendiri dengan lutut korban yang menekuk serta telapak kaki masih menyentuh lantai bambu pondok.

Barang-barang pribadi seperti handphone, tas, sepatu, dan sandal ditemukan masih ada di sekitar jenazah korban.

Sementara sepeda motor milik korban ditemukan di luar pondok di dekat lokasi kejadian.

Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi melalui Kapolsek Nangaroro, Iptu Juliardi Sinambela dalam keterangannya mengakui kalau pihaknya sudah menerima perwakilan keluarga korban untuk audiens.

Iptu Juliardi Sinambela didampingi KBO Reskrim Ipda Chairul dan Kanit Pidum Aipda Bachtar Riva menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berjalan baik dan penuh keterbukaan.

Audiensi berlangsung di aula vicon Polres Nagekeo selama 1,5 jam akhir pekan lalu.

"Pihak kepolisian mendapatkan dukungan langsung dari keluarga korban serta menerima Informasi baru yang sangat berguna dalam proses penyelidikan.," ujarnya pada Minggu (21/9/2025).

Hasil audiensi dengan keluarga korban ini dijadikan bahan, arahan penting untuk penyidik dalam mendalami guna membuat terang penyebab kematian Vian Ruma.

"Kami sampaikan terima kasih banyak kepada keluarga yang sudah datang meluangkan waktu beraudiensi dengan kami," tambahnya.

Pada kesempatan beraudiensi, keluarga korban menyampaikan terima kasih atas waktu yang telah diberikan Kapolres yang menerima keluarga untuk beraudiensi.

Keluarga korban juga berharap pihak kepolisian dapat bekerja secara profesional dalam mengungkap dan menangani peristiwa ini hingga tuntas.

Disampaikan bahwa sampai saat ini penyelidik masih bekerja mendalami peritiwa yang dialami korban. "penyelidik masih terus bekerja," tandasnya.

Sejauh ini sudah ada 21 orang yang dimintai keterangan, baik rekan kerja, kerabat korban, keluarga korban dan hal itu akan terus diperdalam.

Polres Nagekeo mengharapkan keluarga korban agar tidak sungkan - sungkan menyampaikan informasi terkait peristiwa yang dialami korban, sebab hal ini berguna bagi Polres Nagekeo.

Penyidik juga mengamankan handphone milik almarhum.

"Handphone tersebut sedang dilakukan pemeriksaan guna mendapatkam informasi terkait yang dialami korban," tandas Kapolsek.

Dengan dilakukannya pemeriksaan handphone milik korban bisa menjadi petunjuk penting untuk mengungkap penyebab kematian Vian Ruma.

"Handphone tersebut saat ini sudah diamankan dan dalam proses analisis," ujarnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pria di Belu Diamankan Polisi Karena Angkut BBM Ilegal

Pria di Belu Diamankan Polisi Karena Angkut BBM Ilegal

Tiga Hari Hilang Pasca Jatuh ke Laut, Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Tiga Hari Hilang Pasca Jatuh ke Laut, Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia

Ungkap Peredaran Rokok Ilegal Oleh WNA, Empat Anggota Polres Belu Dapat Penghargaan Dari KPPBC TMP B Atambua

Ungkap Peredaran Rokok Ilegal Oleh WNA, Empat Anggota Polres Belu Dapat Penghargaan Dari KPPBC TMP B Atambua

Hilang Kendali, Dua Mobil Dan Satu Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kota Kupang

Hilang Kendali, Dua Mobil Dan Satu Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kota Kupang

Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

Komentar
Berita Terbaru