Cekcok dan Emosi Jadi Alasan Pelaku Penikaman Bunuh Pria di Sikka-NTT

digtara.com -Polres Sikka merilis pengungkapan kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan K.S. Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur. Kabupaten Sikka, NTT pekan lalu
Baca Juga:
Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Djafar Awad Alkatiri, didampingi Kanit Reskrim Polsek Alok, Aiptu Agung Yuono serta Kanit Pidum Polres Sikka Aiptu I Neng Redi Jaya S menjelaskan soal kasus yang terjadi pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 02.00 Wita, di sebuah pesta pernikahan.
"Berdasarkan keterangan, tersangka awalnya terlibat cekcok hingga terjadi perkelahian," ujar Kasat.
Karena emosi, tersangka kemudian mencabut pisau yang disimpan di pinggang dan mengayunkan ke arah korban.
Akibat luka tikaman tersebut, korban meninggal dunia di tempat kejadian.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP sub pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Pesta pernikahan di Jalan KS Tubun, RT 016/RW 004, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT berujung pada aksi kekerasan.
Afelinus Aprilius Mado (25) meninggal dunia pada Sabtu (23/8/2025) subuh karena terkena tikaman pisau.
Warga Jalan Gotong Royong, RT 003/RW 005, kelurahan Kabor, kecamatan Alok, Kabupaten Sikka ini sempat dirawat di rumah sakit Tc Hillers Maumere, Kabupaten Sikka.
Dua warga lainnya mengalami luka berat masing-masing Stefanus Carles Seang (34) dan Selestinus Aril Nong Lake.
Stefanus yang juga karyawan honorer dan tinggal di Kolombeke, RT 008/RW 003, Kelurahan Nagalimang, Kecamatan Alok, kabupaten Sikka mengalami luka parah.
Sementara Selestinus Aril Nong Lake juga mengalami luka serius dan menjalani operasi di rumah sakit.
Ketiga warga ini dianiaya dan ditikam oleh Anjelo Nikolas Mapi (20), warga Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.
"Benar, terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang (mengalami) luka berat," ujar Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno melalui Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Djafar Awad Alkatiri.
Pesta berlangsung pada Jumat (22/8/2025) hingga Sabtu (23/8/2025) subuh di Jalan KS Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.
Kasat menyebutkan kalau antara korban dan pelaku tidak saling kenal.
Di acara pesta nikah tersebut, baik pelaku dan para korban terlibat dalam acara bebas.
"Mereka saling joget dan sempat keluar dari tenda," tambah mantan Kasat Reskrim Polres Belu ini.
Mereka masuk kembali dalam tenda dan kembali berjoget. Namun saat itu mereka berjoget dengan gaya kasar dan tidak terkontrol.
Beberapa rekan korban menegur korban dan pelaku. Namun pelaku tidak terima dengan teguran tersebut.
"Mereka joget dengan gaya kasar sehingga rekan korban menegur namun berujung pada pemukulan," tandas Kasat.
Selanjutnya pelaku menikam tiga warga sekaligus menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya sekarat karena mengalami luka parah.
"Satu orang meninggal di rumah sakit TC Hillers Maumere dan dua lainnya luka berat masih dalam perawatan medis di rumah sakit TC Hillers Maumere," tambah Kasat.
Pada Sabtu pagi, polisi mengamankan pelaku dan saat ini sudah dibawa ke Polres Sikka untuk diperiksa dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Pelaku sudah kami amankan dan sedang diperiksa," tandas Kasat.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa Polri berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus-kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat.
"Kasus pembunuhan ini menjadi perhatian serius Polda NTT. Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku, transparan, dan profesional. Tidak ada toleransi terhadap tindak pidana yang merenggut nyawa orang lain," tegas Kabid Humas pada Sabtu (30/8/2025).
Kabid Humas juga mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dalam situasi konflik sosial.
"Kami mengajak seluruh masyarakat NTT, khususnya di Kabupaten Sikka, untuk mengedepankan dialog dan penyelesaian masalah secara damai. Polri akan terus hadir untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat," tandasnya.

Kapolres dan Anggota Polres TTU Siaga di Mako

Petani di Sikka-NTT Hilang Saat Memancing

Dua Remaja Perempuan di Flores Timur-NTT Ditangkap Polisi Karena Curi Sepeda Motor

Satu Lagi Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan Diserahkan Polsek Kota Lama ke Kejaksaan

Mulai Pulih, Korban Kekerasan Seksual di Manggarai Timur Segera Dimintai Keterangan
