RSU Mamami Kupang Terbanyak Tangani Siswa Keracunan
digtara.com -Rumah Sakit Umum (RSU) Mamami Kupang menjadi salah satu dari tiga rumah sakit yang menangani siswa/siswi SMPN 8 Kota Kupang yang mengalami sakit pasca konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga:
Dari 131 orang siswa yang ditangani tim medis, 69 orang ditangani di RSU Mamami Kupang.
Mereka menempati 10 tempat tidur di IGD. Beberapa siswa harus dirawat di satu tempat tidur di ruang rawat inap dan siswa lain hanya bisa duduk di kursi dalam ruang IGD.
Penanganan pun dipimpin direktur RSU Mamami, dr Elvino Manafe dibantu empat dokter dan sejumlah tenaga perawat.
Para siswa diberikan infus dan obat. sebagian siswa mengeluhkan rasa pusing, sakit pada perut dan susah buang air besar serta kondisi tubuh yang tidak nyaman. Ada juga siswa yang mengalami muntah dan mencret.
"Keluhannya adalah diare dan keluhan perut. Langkap pertama yang kami lakukan adalah memasang infus untuk hindari dehidrasi. Kemudian kami berikan obat," tandas direktur RSU Mamami Kupang, dr Elvino Manafe saat ditemui di ruang IGD RSU Mamami Kupang, Selasa (22/7/2025).
Dari diagnosa awal dan keluhan pasien, diduga para siswa ini terserang virus dari makanan. "Diduga kemungkinan karena satu SMP dengan keluhan sama dan makanan sama dan mungkin (virus) dari makanan hari kemarin (Senin, 21 Juli 2025)," tandasnya.
Para siswa mengaku mengkonsumsi nasi putih, sayur dan daging serta tahu pada pembagian MBG di hari Senin. "Mungkin karena bakteri," tambah dr Elvino.
Semula ada 70 siswa dibawa ke ruang IGD RSU Mamami Kupang dengan keluhan nyeri perut disertai muntah dan mencret.
Untuk penanganan awal maka dilakukan dengan pemeriksaan. "Anak yang perlu infus maka diberi infus, tapi yang masih aman maka diberikan terapi lewat suntikan dan obat bius," ujar dr Elvino Manafe.
Pasien yang sudah aman dan sudah segar kembali sudah dipulangkan. Tersisa lima pasien yang masih dirawat karena pasang infus dan menunggu kondisi membaik.
"Kalau sudah membaik maka segera kami ijinkan untuk pulang," tandas dr. Elvino.
Enam Ton Beras SPHP Didistribusikan ke Warga Kabupaten Kupang
WNI Tersangka Penyelundupan Manusia Diserahkan ke Kejari Kota Kupang
Sidak Pasar Bersama Forkopimda, Polresta Kupang Kota Bakal Tindak Tegas Oknum Yang Melanggar Hukum
Jemaah Umroh Asal NTT Diminta Tunda Agenda Umroh Saat Konflik Timur Tengah Menguat
Awal Pekan Bulan Maret, Kapolresta Kupang Kota dan Para Kapolsek Jadi Inspektur Upacara di Sejumlah Sekolah di Kota Kupang