Jumat, 23 Januari 2026

Lima Kabupaten di NTT Terbanyak Konflik dengan Buaya dalam Enam Tahun Terakhir

Imanuel Lodja - Rabu, 26 Februari 2025 08:15 WIB
Lima Kabupaten di NTT Terbanyak Konflik dengan Buaya dalam Enam Tahun Terakhir
net
Ilustrasi.

digtara.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) mencatat dalam kurang waktu enam tahun ini terjadi sejumlah konflik buaya dengan masyarakat di wilayah NTT.

Baca Juga:

"Dalam enam tahun terakhir sejak tahun 2019 hingga awal tahun 2025, catatan BBKSDA NTT korban konflik buaya di Provinsi NTT telah mengakibatkan jatuhnya korban," ujar Kepala Balai Besar KSDA NTT, Arief Mahmud dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (25/2/2025).

Dari 59 korban konflik ini, 31 orang meninggal dunia dan 28 orang mengalami luka hingga cacat.

Disebutkan bahwa korban terbanyak berada di lima kabupaten yakni: Kabupaten Kupang 18 orang, disusul Malaka sembilan orang, Sumba Barat Daya dan Sumba Timur masing-masing tujuh orang serta Kabupaten Lembata enam orang.

Selain itu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) lima orang korban, Belu dan Rote Ndao masing-masing dua orang korban serta Ende, Sikka dan Kota Kupang masing-masing satu orang korban.

Arief Mahmud juga menyebutkan aktivitas saat terjadinya serangan buaya pada manusia berturut-turut yakni saat korban sedang menangkap ikan dengan jaring/pukat, memancing ikan, memanah ikan serta mandi/mencuci dan mengambil air di sungai.

Selain itu korban juga diserang buaya saat memasang bubu, mencuci kaki setelah memancing, menangkap ikan di tambak, mengambil rumput laut, mencari kepiting, memotong pohon bakau, bermain di pantai, mencuci sepeda motor di muara, mencari teripang dan saat mencari korban yang dimangsa buaya.

Pada awal tahun 2025, Balai Besar KSDA NTT telah menerima setidaknya 5 laporan munculnya buaya yang berpotensi mengakibatkan konflik dan korban di kedua belah pihak.

Dihimbau kepada seluruh masyarakat bahwa pada musim hujan di mana air sungai meluap telah membuka kesempatan buaya memasuki sungai ke arah daratan/ hulu.

"Hal tersebut perlu diwaspadai terutama bagi masyarakat yang lebih banyak beraktivitas di perairan sungai maupun perairan dekat muara," ujarnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas

Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas

Upah Tidak Jelas, Pekerja THM di Sikka-NTT Minta Perlindungan Polisi

Upah Tidak Jelas, Pekerja THM di Sikka-NTT Minta Perlindungan Polisi

Nelayan di Alor-NTT Hilang saat Melaut, Kapolres Kerahkan Anggota Bantu Temukan Korban

Nelayan di Alor-NTT Hilang saat Melaut, Kapolres Kerahkan Anggota Bantu Temukan Korban

Penerimaan Polri Sumber Sarjana Dibuka, Wakapolda NTT Minta Peserta Percaya Pada Kemampuan Diri

Penerimaan Polri Sumber Sarjana Dibuka, Wakapolda NTT Minta Peserta Percaya Pada Kemampuan Diri

Polres Ende Reka Ulang Kasus Penganiayaan Berujung Tewasnya Warga

Polres Ende Reka Ulang Kasus Penganiayaan Berujung Tewasnya Warga

Polri Siaga Pantau Aktivitas Gunung Berapi dan Minta Warga Waspada

Polri Siaga Pantau Aktivitas Gunung Berapi dan Minta Warga Waspada

Komentar
Berita Terbaru