Minggu, 12 April 2026

Siswi di NTT Tidak Diperbolehkan Ikut Ujian karena Tunggak Uang Sekolah Rp 50.000

Imanuel Lodja - Jumat, 19 April 2024 18:00 WIB
Siswi di NTT Tidak Diperbolehkan Ikut Ujian karena Tunggak Uang Sekolah Rp 50.000
net
Ilustrasi.

digtara.com - Sebuah video viral di media sosial di NTT. Video ini memperlihatkan seorang siswi SMA di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditolak pihak sekolah untuk mengikuti ujian, lantaran masih menunggak uang komite sebesar Rp 50.000.

Baca Juga:

Siswa yang diketahui bernama Dewi itu duduk di sebuah pintu masuk pada saat ujian di sekolah sedang berlangsung. Wanita yang merekam siswa itu kemudian bertanya perihal dia tidak mengikuti ujian.

Dengan polos, siswa ini menjawab bahwa tidak diperbolehkan mengikuti ujian karena terkendala uang sekolah yang masih ditunggak Rp 50.000, dengan alasan kedua orang tuanya belum memiliki uang sehingga belum bisa dilunasi.

"Saya sudah bilang kepada orang tua tapi cuman mama mereka bilang uangnya belum ada. Mama bilang kalau bisa ikut ujian saja dulu, nanti ujian habis atau beso lusa baru bisa kasi uang," jelas Dian dalam video.

Walaupun sudah dijelaskan kepada para guru, namun Dian tetap tidak diperbolehkan untuk mengikuti ujian.

"Sudah sampaikan ke sekolah tapi pak mereka bilang harus selesaikan semua dulu, baru bisa masuk sekolah atau ikut ujian," ungkap Dian.

Selain Dian, ternyata ada juga puluhan siswa di SMA Negeri 2 Maumere dipulangkan pihak sekolah lantaran menunggak uang SPP.

Akibatnya mereka pun tak diberi kesempatan mengikuti ujian akhir.

Wakil kepala sekolah Bidang Kurikulum Kesiswaan SMAN 2 Maumere, Hendrikus Hadir kepada wartawan mengatakan, puluhan siswa itu dipulangkan bukan hanya karena tunggak uang sekolah, tapi sebagian siswa lainnya dipulangkan karena belum menyelesaikan karya tulis.

Menurutnya, pemulangan siswa itu sebagai strategi pihak sekolah untuk menyadarkan orang tua siswa, agar segera menyelesaikan kewajibannya.

"Tunggakan ini sudah diinformasikan ke orang tua siswa sebelumnya, tapi banyak yang abai, bahkan ada juga yang tunggak sejak tahun lalu," jelas Hendrikus Hadir saat dikonfirmasi Jumat (19/4/2024).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sambangi Rumah Warga, Anggota Satpolairud Polres Manggarai Barat Berbagi Dengan Warga

Sambangi Rumah Warga, Anggota Satpolairud Polres Manggarai Barat Berbagi Dengan Warga

Hasil Panen Jagung Melimpah, Warga Minta Polres TTU Bantu Sumur Bor

Hasil Panen Jagung Melimpah, Warga Minta Polres TTU Bantu Sumur Bor

Bahagianya Siswa di Pegunungan Kabupaten TTS Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Kapolda NTT

Bahagianya Siswa di Pegunungan Kabupaten TTS Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Kapolda NTT

28 Peserta Penerimaan Akpol 2026 Gugur Pemeriksaan Kesehatan I

28 Peserta Penerimaan Akpol 2026 Gugur Pemeriksaan Kesehatan I

Sumur Bor Diresmikan Kapolda NTT, Warga Rukun Lima Ende Tidak Lagi Kesulitan Air Bersih

Sumur Bor Diresmikan Kapolda NTT, Warga Rukun Lima Ende Tidak Lagi Kesulitan Air Bersih

Tersangka Kasus Pencabulan Terhadap Anak Diserahkan Polsek Kota Raja ke Kejaksaan

Tersangka Kasus Pencabulan Terhadap Anak Diserahkan Polsek Kota Raja ke Kejaksaan

Komentar
Berita Terbaru