Peran Masyarakat Sipil Penting untuk Bangun Demokrasi Substantif
digtara.com - Apapun arah politik ke depan, peran dari gerakan moral masyarakat sipil sangat penting dalam rangka membangun demokrasi yang substansial.
Baca Juga:
- Suarakan Penderitaan Warga Bencana, ICMI Sumut Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional
- Pemuda ICMI: Pemerintah Harus Segera Menetapkan Banjir dan Longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional
- HUT ke-54 KORPRI Tahun 2025. Sarif Kakung: Jangan Bekerja Secara Rutinitas, Bekerjalah Secara Inovatif dan Kolaboratif
Gerakan masyarakat madani, termasuk dari kampus, di daerah-daerah maupun pusat harus berperan untuk melakukan koreksi dan mengawal kinerja pemerihtahan yang ada supaya tidak melenceng dari semua regulasi dan norma yang ada.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang juga Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam pembukaan acara Silaturahim Ramadhan yang diadakan ICMI DIY, Sabtu (6/4) di Hotel Loman Yogyakarta.
Bertindak sebagai pembicara Mantan Menko Polhukam Prof. Dr. Mahfud MD, S.H., S.U., Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A., dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DIY terpilih Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M.
Dalam acara yang dihadiri Ketua ICMI DIY Prof. Mahfud Solihin, Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust) dan sekitar 40 Pengurus ICMI DIY tersebut Prof Edy menyampaikan, walau Pilpres dan Pileg sudah usai, namun menyisakan banyak masalah, dan masih berjalan di Mahkamah Konstitusi.
"Namun apapun hasilnya harus diterima. Hanya saja kontrol dari elemen masyarakat sipil harus berjalan. Tak cukup dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saja,"; tegasnya.
Ini, ujarnya, agar dalam proses berjalannya pemerintahan, dan juga saat Pemilu tidak terjadi perilaku yang brutal dan melegalkan berbagai pelanggaran.
Oleh karena itu, menurut Rektor UWM ini, ICMI sebagai insan intelektual harus peduli dan terlibat aktif mengawal dan memberikan masukan untuk supaya Pemerintahan berjalan baik.
"Juga harus terlibat membantu pemikiran masalah regional DIY yang tingkat kemiskinan relatif tinggi," kata Prof Edy Suandi Hamid.
Dalam kesempatan tersebut Guru Besar UMY Prof Bambang Cipto menyatakan, demokasi Indonesia masuk kategoro demokrasi yang cacat (flawed democracy). Proses demokrasi berjalan tidak baik dan dipengaruhi para oligarki yang berada di belakang politisi dan pengambil kebijakan.
Suarakan Penderitaan Warga Bencana, ICMI Sumut Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional
Pemuda ICMI: Pemerintah Harus Segera Menetapkan Banjir dan Longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional
HUT ke-54 KORPRI Tahun 2025. Sarif Kakung: Jangan Bekerja Secara Rutinitas, Bekerjalah Secara Inovatif dan Kolaboratif
Mengawal Demokrasi, Polda Sumatera Utara Gelar Latihan Penanganan Aksi Unras dengan Pendekatan Humanis
MUI NTT Imbau Masyarakat Jaga Kerukunan dan Kedamaian