Anggota TNI Diduga Dianiaya Personel Brimob di Medan, Begini Penjelasan Kapendam I/BB
digtara.com - Seorang anggota TNI AD yang bertugas di Kodam I/BB, Prada NA dikabarkan menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum personel Brimob Polda Sumut.
Baca Juga:
- Divonis Pecat dari Kesatuan TNI AD, 22 Penganiaya Prada Lucky Ajukan Banding
- Tertangkap Berduaan Dengan Selingkuhan, Pria di Kota Kupang Malah Aniaya Istri Sah
- Buka TOT Fasilitator PPIH 2026. Menhaj: Petugas Haji Adalah Perpanjangan Tangan Negara dan Presiden Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Jamaah
Informasi yang diperoleh, dugaan penganiayaan ini terjadi pada Rabu 28 Februari 2024. Cekcok diduga karena perselisihan usai kendaraan Prada AN terlibat senggolan.
Dalam foto yang diterima, tampak wajah Prada AN mengalami pendarahan di bagian pelipisnya diduga akibat dianiaya oknum Brimob.
"Pengeroyokan yang dilakukan anggota Sat Brimbob Polda Sumut terhadap Prada Nurahman Alfit (pengemudi ibu Wadanpomdam)," tulis narasi dalam video.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Rico Siagian ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id menjelaskan kejadian itu diduga karena perselisihan di jalan. Disebutkan bahwa sudah ada perdamaian.
"Iya, sudah berdamai," ujarnya.
Disinggung mengenai kronologi kejadian penganiayaan tersebut, Rico menyarankan agar konfirmasi langsung ke Pomdam.
"Coba konfirmasi langsung ke Pomdam," katanya.
Disclaimer:Artikel ini merupakan kerjasama
digtara.com dengan suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto,
grafis dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab suara.com.
Divonis Pecat dari Kesatuan TNI AD, 22 Penganiaya Prada Lucky Ajukan Banding
Tertangkap Berduaan Dengan Selingkuhan, Pria di Kota Kupang Malah Aniaya Istri Sah
Buka TOT Fasilitator PPIH 2026. Menhaj: Petugas Haji Adalah Perpanjangan Tangan Negara dan Presiden Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Jamaah
Kenaikan Pangkat Brimob Polda Sumut di Tengah Misi Kemanusiaan, Digelar Sederhana di Lokasi Bencana
Kasus Penganiayaan Mendominasi Laporan Polisi di Polres Rote Ndao