Rabu, 24 Juli 2024

Terinspirasi Kesusahan Hidup Sejak Remaja, Polisi di Manggarai-NTT Ini Rela Gadaikan Gaji Demi Bangun Sekolah Bantu Warga Kurang Mampu

Imanuel Lodja - Senin, 05 Februari 2024 08:30 WIB
Terinspirasi Kesusahan Hidup Sejak Remaja, Polisi di Manggarai-NTT Ini Rela Gadaikan Gaji Demi Bangun Sekolah Bantu Warga Kurang Mampu
istimewa
Terinspirasi Kesusahan Hidup Sejak Remaja, Polisi di Manggarai-NTT Ini Rela Gadaikan Gaji Demi Bangun Sekolah Bantu Warga Kurang Mampu

digtara.com - Bripka Syamsudin, Paur Min Bagian Operasi Polres Manggarai rela menggadaikan gajinya ke sejumlah bank di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.

Baca Juga:

Jika orang lain meminjam uang di perbankan untuk usaha, lain hal nya dengan Bripka Syamsudin.

Ia malah meminjam uang di bank BRI dan BNI Ruteng untuk membangun sekolah gratis bagi anak kurang mampu dan anak yatim piatu.

Langkah ini dilakukan Bintara Polri leting 23 ini semata-mata karena terinspirasi dari kisah kelam masa remajanya mengenyam pendidikan dan perjuangan hidupnya hingga menjadi anggota Polri.

Bripka Syamsudin sendiri menjalani masa kecilnya di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Syamsudin sendiri merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara anak dari pasangan Muhammad Yakub (almarhum) dan Siti Maryam.

Mereka terdiri dari tujuh orang pria dan satu orang wanita. Orang tua mereka merupakan petani.

Masa kecil dijalani seperti biasa bersama saudaranya yang lain.

Namun baru enam bulan duduk di bangku kelas I SMA, Syamsudin mengalami badai hidup.

Sang ayah (Muhammad Yakub) yang merupakan tulang punggung keluarga meninggal dunia dan mereka pun seakan kehilangan harapan.

Syamsudin tidak tega melihat perjuangan hidup ibunya membesarkan dan menyekolahkan mereka apalagi saat itu adik Syamsudin yang paling kecil baru berusia empat tahun.

Syamsudin pun berniat berhenti sekolah dan mencari pekerjaan untuk membiayai lima adiknya yang lain.

Namun niat itu ditentang sang ibu.

Ibunya memotivasi agar mereka tetap bersekolah, sementara urusan mencari makan dan biaya sekolah dilakukan sepenuhnya oleh sang ibu.

Sang ibu, Siti Maryam berpesan dan minta mereka tetap bersekolah karena tidak ada harta terindah selain pendidikan.

Syamsudin pun tetap bersekolah, namun waktu setelah pulang sekolah dimanfaatkan untuk mencari uang guna membantu kebutuhan hidup mereka.

Syamsudin pun kerja serabutan mulai dari menjadi buruh bangunan dan bertani demi menghasilkan uang dan membiayai pendidikannya.

Dalam usia belia 15 tahun, Syamsudin pun rela menjadi buruh kasar dengan upah Rp 15.000.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rumah dan Kios Warga di Manggarai Barat Terbakar, Polisi Imbau Warga Waspada

Rumah dan Kios Warga di Manggarai Barat Terbakar, Polisi Imbau Warga Waspada

Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil, Pria di Kabupaten Sikka Dibekuk Polisi

Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil, Pria di Kabupaten Sikka Dibekuk Polisi

Kapolres Manggarai Barat Kunjungi KPUD dan Bawaslu Manggarai Barat

Kapolres Manggarai Barat Kunjungi KPUD dan Bawaslu Manggarai Barat

Kapolres Manggarai Barat Perkuat Sinergitas dengan TNI

Kapolres Manggarai Barat Perkuat Sinergitas dengan TNI

Spesialis Pencuri Sapi di Kabupaten TTU-NTT Dibekuk Polisi

Spesialis Pencuri Sapi di Kabupaten TTU-NTT Dibekuk Polisi

Polres Kupang Bekuk Dua Pelaku Pencuri Ternak

Polres Kupang Bekuk Dua Pelaku Pencuri Ternak

Komentar
Berita Terbaru