Lima Hari Disimpan dalam Freezer, Jenazah Tanpa Identitas Diserahkan ke Dinsos Provinsi NTT

digtara.com - Jenazah Mr X yang sebelumnya ditemukan tewas terapung di pelabuhan Tenau Kupang diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi NTT.
Baca Juga:
Penyerahan ini dilakukan pada Rabu (10/1/2024) di ruang jenazah rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang kepada staf DInas Sosial Provinsi NTT.
Jenazah Mr X diserahkan oleh Tim dokpol Biddokkes Polda NTT yakni Bripka Robert Yesua Mesakh, Bripka Samuel Demes Talan, Yefta Baitanu dan penyidik Polsek Alak.
Jenazah pria tanpa identitas ini ditemukan di pelabuhan Tenau pada tanggal 4 Januari 2024 di pelabuhan Tenau Kupang.
Kemudian dilakukan pemeriksaan luar jenazah pada tanggal 5 januari 2024 di ruang IPJ rumah sakit Bhayangkara Kupang.
Setelah dilakukan pemeriksaan jenazah kemudian mayat disimpan di freezer RSB kurang lebih selama 5 hari.
Kemudian pada Rabu, 10 Januari 2024 setelah penyidik berkoordinasi dengan dinas Sosial Provinsi NTT akhirnya mayat diserahkan ke dinas Sosial Provinsi NTT untuk dimakamkan di TPU Liliba, Kota Kupang.
Sebelumnya, tim medis dari Bid Dokkes Polda NTT dan rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang melakukan pemeriksaan luar jenazah tanpa identitas, Jumat (5/1/2024).
Pemeriksaan luar dilakukan di ruang IPJ Rumah Sakit Bhayangkara Kupang oleh AKBP dr Edi Syahputra Hasibuan, SpF MHKes (Kasubbid Dokpol Biddokkes) dan Bripka Robert Yesua Messakh, Bripka Samuel Demes Talan, Briptu Saint Valentino Tefnai, AMd.Kep serta Yefta Baitanu.
Pemeriksaan luar jenazah terhadap seorang mayat laki-laki dewasa oleh tim dokter kepolisian atas permintaan dari penyidik Polsek Alak.
Usai pemeriksaan luar jenazah, selanjutnya jenazah kembali disimpan di freezer rumah sakit Bhayangkara Kupang menunggu penyidik melakukan penyelidikan untuk mencari tahu identitas dan menentukan tindakan lebih lanjut.
Mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan dermaga Multipurpose pelabuhan Tenau Kupang, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Kamis (4/1/2023).
Jenazah pertama kali ditemukan oleh Charles Reta, petugas Syahbandar yang lagi patroli.
Aparat kepolisian dari Polsubsektor KP3 Laut Tenau dan Polsek Alak langsung turun ke dermaga Multipurpose pelabuhan Tenau Kupang dan jenazah dievakuasi oleh petugas Syahbandar Basarnas dan KP3 Laut Tenau ke dermaga Semau ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
Kapolsek Alak, Kompol Edy, SH MH yang dikonfirmasi Kamis (4/1/2023) mengaku kalau pada pukul 11.30 wita, Nakhoda RB 308 milik Basarnas, Eka Prasetyo Piliang memperoleh informasi bahwa adanya mayat yang mengapung di sekitar area perairan Pelabuhan Tenau Kupang.
"Nakhoda RB 308 bersama tim Basarnas dan KSOP langsung menuju ke lokasi penemuan menggunakan 2 unit Speed Boat milik Basarnas dan KSOP," ujarnya.
Tim Basarnas langsung mengevakuasi jenazah ke dalam kantong jenazah milik Basarnas dan dibawa menuju Dermaga Multi Purpose yang kemudian dipindahkan ke mobil milik KSOP.
Tim Basarnas, KSOP dan Personel KP3 Laut Tenau langsung membawa jenazah ke ruang jenazah RSB Titus Uly Kupang.
Anggota Identifikasi Polresta Kupang Kota ke Ruang Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang guna mengidentifikasi korban yang kemudian saat dilakukan identifikasi melalui sidik jari menggunakan mambis namun tidak terbaca.
Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan mengapung tertelungkup memakai baju kaos warna biru, celana kain pendek warna coklat menggunakan ikat pinggang warna coklat dan kondisi tubuh korban kulit mulai mengelupas dan mengeluarkan bau.
Sedangkan ciri-ciri korban secara kasat mata rambut keriting, kulit sawo matang. Umur diperkirakan 40 tahun.
"Sampai dengan saat ini belum ada pihak keluarga maupun warga masyarakat yang mengaku kehilangan anggota keluarga yang dilaporkan pada Pihak Kepolisian," tandas Kapolsek Alak.
Terkait dengan tidak diketahuinya identitas korban, diduga korban belum pernah melakukan perekaman E KTP ataupun korban merupakan WNA.
Terkait dengan identitas korban yang tidak diketahui tersebut setelah dilakukan visum luar oleh tim Dokpol RSB Titus Uly Kupang maka dilakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Dinas Sosial untuk proses selanjutnya.

Jenazah Bayi Tanpa Identitas Dimakamkan K2S

Polisi Identifikasi Jenazah di TPI Oeba-Kupang

Jenazah Mantan Bupati TTU dan Dua Korban Lainnya Ditemukan Tiga Mili dari Lokasi Kapal Tenggelam

Diduga Bunuh Istri 12 Tahun Lalu, Pejabat Pemprov NTT Dijemput Polisi dan Dilimpahkan ke JPU

Tiga Jenazah Korban Kebakaran di Kabupaten Alor Dimakamkan
