Gangguan Kamtibmas di Wilayah NTT Tahun 2023 Naik 10,71 Persen
digtara.com - Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah NTT selama tahun 2023 mengalami kenaikan 10,71 persen dibandingkan dengan tahun 2022 lalu.
Baca Juga:
"Trend kenaikan kasus sebesar 881 kasus atau 10,71 persen," kata Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga didampingi Wakapolda NTT, Brigjen Pol Awi Setiyono, Irwasda Polda NTT, Kombes Pol I Made Sunarta dan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy di Polda NTT, Minggu (31/12/2023).
Jika di tahun 2022 terdapat 8.224 kasus maka pada tahun 2023 gangguan Kamtibmas berjumlah 9.105 kasus.
Kapolda menyebutkan kalau jumlah penyelesaian kasus tahun 2023 berjumlah 4.535 kasus dan tahun 2022 berjumlah 5.154 kasus. Trend penurunan sebesar 619 kasus atau menurun 12.01 persen pada Tahun 2023.
Pada tahun 2022, jumlah kejahatan sebanyak 8.224 Kejahatan, yang terdiri dari kejahatan konvensional 7.990 kejahatan.
Kejahatan transnasional sebanyak 39 kejahatan. Kejahatan terhadap kekayaan negara sebanyak 66 kejahatan. Kejahatan berimplikasi kontijensi sebanyak 1 kejahatan dan gangguan sebanyak 128 kejahatan.
Di tahun 2023, jumlah kejahatan sebanyak 9.105 kejahatan, yang terdiri dari kejahatan konvensional 8.871 kejahatan.
Kejahatan Transnasional sebanyak 26 kejahatan. Kejahatan terhadap kekayaan negara sebanyak 52 kejahatan dan gangguan sebanyak 156 kejahatan.
Trend kejahatan antara tahun 2022 dengan tahun 2023 dari 8.224 kejahatan menjadi 9.105 kejahatan.
Kejahatan konvensional dari 7.990 kejahatan naik menjadi 8.871 kejahatan atau 11,02 persen.
Kejahatan Transnasional dari 39 kejahatan turun menjadi 26 kejahatan atau 33,33 persen.
Kejahatan terhadap kekayaan negara dari 66 kejahatan turun menjadi 52 kejahatan atau turun 21,21 persen.
Kebijakan Pusat Berimbas Ribuan PPPK Pemprov NTT Terancam Dipecat
Pasca Ditangkap di Kupang, Tersangka Penganiaya IRT di Rote Timur Ditahan Polisi
Polda NTT Bangun Komitmen Bersama Lewat Apel Kamtibmas
Tahun 2026, Infrastruktur di NTT Telan Anggaran Rp 1,61 Triliun
Diguyur Hujan dan Arus Deras, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat Bagi Anak Sekolah di Sumba Barat Daya