Selasa, 27 Februari 2024

Tragis! Petani di Kabupaten TTS Tewas Diterkam Buaya

Imanuel Lodja - Kamis, 16 November 2023 22:31 WIB
Tragis! Petani di Kabupaten TTS Tewas Diterkam Buaya
Proses evakuasi petani di Kabupaten TTS yang tewas setelah diterkam buaya.

digtara.com - Yusuf Bantaika (57), seorang petani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tewas dengan kondisi menggenaskan.

Baca Juga:

Warga RT 01/RW 01, Desa Kiufatu, Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS ini diterkam buaya pada Rabu (15/11/2023) malam dan baru ditemukan pada Kamis (16/11/2023) petang.

Kondisi tubuh korban tidak utuh lagi saat ditemukan.

Wajah hingga dada korban sudah tidak utuh lagi.

Bahkan tangan kanan korban habis dimakan buaya.

Begitu pula dengan sebagian wajah korban luka parah karena gigitan buaya. Bagian dada pun terluka parah hingga organ tubuh bagian dalam kelihatan.

Tubuh korban masih utuh pada bagian perut hingga kedua kakinya.

Korban ditemukan di sekitar pantai Oematnu, desa Toineke, Kecamatan Kualin sekitar pukul 16.00 Wita.

Saat ditemukan korban dalam keadaan tanpa busana dan dalam posisi terlentang di pantai.

Korban yang ditemukan warga langsung dievakuasi warga menggunakan kain ke rumah korban di RT 01 Dusun 01, Desa Kiufatu, Kecamatan Kualin.

Jenazah korban yang sudah tidak utuh langsung dimakamkan pihak keluarga.

"Kondisi tubuh sangat mengenaskas karena wajah, tangan kanan dan dada sudah dimakan binatang buas," ujar Charles (35), salah satu warga setempat.

Ia memperkirakan korban ke pantai pada Kamis petang dan diterkam buaya serta sempat melakukan perlawanan.

Warga sempat menyusuri pantai mencari keberadaan buaya namun buaya diperkirakan sudah kembali ke perairan yang dalam.

Kasus ini kemudian dilaporkan Fance Nabunome ke Polsek Kualin pada Rabu malam.

Kapolsek Kualin, Ipda Faizal Alang bersama anggota langsung turun ke TKP untuk memastikan kejadian tersebut.

Saat tiba di di lokasi, sudah banyak warga yang berkumpul di tepi pantai dan membenarkan kejadian buaya menerkam seseorang.

Kapolsek Kualin menyebutkan kalau korban datang sendiran ke pantai Oetune pada Rabu petang sekitar pukul 16.00 wita untuk menjala/memukat ikan di sekitar pantai Oetune.

Selang setengah jam, Darman Bantaika, anak korban ikut ke pantai Oetune untuk mejala ikan.

Di Pantai Oetune, Darman bertemu korban dan menanyakan hasil tangkapan.

"Saat itu korban menjawab baru dapat dua ekor ikan," ujar Kapolsek, Kamis (16/11/2023) malam.

Darman dan korban kemudian sibuk masing-masing untuk menjala ikan di pinggir pantai.

Saat waktu sudah gelap sekitar pukul 21.00 wita, Darman menemukan senter korban tergelatak di pinggir pantai.

Kemudian ia mengambil senter untuk mengecek keberadaan korban namun korban sudah tidak kelihatan.

Tiba-tiba Darman menyenter hanya melihat cahaya bola mata dari seekor buaya.

Darman memanggil nama korban, tetapi tidak ada jawaban.

Darman kemudian pergi ke Desa Toineke untuk minta bantuan ke pawang buaya, Ento Solsepa untuk sama-sama kembali ke tempat kejadian agar menangkap buaya tersebut sehingga korban bisa diselamatkan.

Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Kapolsek dan masyarakat sekitar serta keluarga korban siaga di pinggir pantai Oetune mencari keberadaan korban hingga Kamis pagi.

Baru pada Kamis (16/11/2023) petang, korban ditemukan di sekitar pantai Oematnu, desa Toineke dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan cukup mengenaskan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polisi Bakal Tes DNA Pasca Siswi Korban Pemerkosaan Ayah dan Anak Melahirkan

Polisi Bakal Tes DNA Pasca Siswi Korban Pemerkosaan Ayah dan Anak Melahirkan

Usai Tebas Leher Ayah hingga Putus, Pria Diduga ODGJ di Kupang Pilih Bunuh Diri

Usai Tebas Leher Ayah hingga Putus, Pria Diduga ODGJ di Kupang Pilih Bunuh Diri

Ngeri! Pria Diduga ODGJ di Kupang Tebas Leher Ayah hingga Nyaris Putus

Ngeri! Pria Diduga ODGJ di Kupang Tebas Leher Ayah hingga Nyaris Putus

Terobosan Kapolres Belu, Mulai dari Bantu Sumur Bor hingga Perbaiki Jalan Rusak

Terobosan Kapolres Belu, Mulai dari Bantu Sumur Bor hingga Perbaiki Jalan Rusak

Ka SPN Polda NTT Sebut Jumat Curhat jadi Wadah Perbaikan dan Penyelesaian Masalah Bersama

Ka SPN Polda NTT Sebut Jumat Curhat jadi Wadah Perbaikan dan Penyelesaian Masalah Bersama

Kelelahan Saat Pleno, Ketua PPK di Kabupaten Sikka-NTT Dilarikan ke Puskesmas

Kelelahan Saat Pleno, Ketua PPK di Kabupaten Sikka-NTT Dilarikan ke Puskesmas

Komentar
Berita Terbaru