Minggu, 22 Februari 2026

Siswa SMA di Kupang Tolak Masuk Sekolah Jam 5 Pagi

Imanuel Lodja - Kamis, 02 Maret 2023 06:56 WIB
Siswa SMA di Kupang Tolak Masuk Sekolah Jam 5 Pagi

digtara.com – SMA Negeri 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sekolah keempat yang mengikuti kebijakan pemerintah provinsi, menerapkan masuk sekolah pukul 05.30 Wita, Rabu (1/3/2023).

Baca Juga:

Siswa yang meminta pemerintah provinsi NTT untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut adalah Niken Riany Brenda.

Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kupang ini menilai, masuk sekolah pukul 5.30 Wita tidak siswa-siswi makin cerdas, malah sebaliknya.

Baca: Sudah 14 Jam Kebakaran 5 Ruko di Jalan Rahmadsyah, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Menurutnya, kebijakan masuk sekolah pukul 05.30 Wita oleh pemerintah provinsi NTT membuat mereka tidak fokus belajar dalam kelas.

Karena mengerjakan pekerjaan rumah hingga tengah malam, akan membuat kantuk dalam kelas karena kurang tidur.

“Sekolah jam lima ini bukan buat siswa semakin cerdas, tapi semakin buat siswa kalo datang sekolah makin ngantuk, sehingga dengan itu mereka tidak fokus belajar, nah itu otomatis tidak ada yang masuk dalam otak,” protes Niken.

Niken meminta pemerintah provinsi NTT untuk mencabut kembali kebijakan dan mengkaji ulang penerapan aturan tersebut, karena dibuat hanya untuk meningkatkan mutu pendidikan NTT agar masuk dalam 200 terbaik di Indonesia, dan lulusan asal NTT bisa masuk perguruan tinggi akreditasi A seperti UI dan UGM.

“Nah untuk tembus UI atau UGM ya bukan dengan cara sekolah jam lima ini. Saya mau kaji ulang dan batalkan saja,” pinta Niken.

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Kupang Bidang Akademik, Sandi Paliama mengatakan, pihak sekolah tetap menjalankan kebijakan itu demi melatih karakter dan kedisiplinan siswa, karena didukung juga oleh pemerintah.

“Kalau memulai satu yang baru memang agak ini, tapi kita berharap anak-anak kita bisa menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Karena mau tidak mau ini untuk kebaikan karakter dan lain sebagainya, dan yang diharapakan kami ada perubahan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi mengatakan, gubernur NTT selalu mendorong agar SMA dan SMK dapat masuk ke dalam sekolah unggulan.

Terdapat sebanyak 10 sekolah yang disiapkan yakni SMA Negeri 1 Kupang, SMA Negeri 2 Kupang, SMA Negeri 3 Kupang, SMA Negeri 5 Kupang, SMA Negeri 6 Kupang, SMK 5, SMK 4, SMK 3, SMK 2, dan SMK 1 Kupang.

“Disepakati jam masuk sekolah pada pukul 05.00 pagi dan dikhususkan untuk siswa kelas XII yang telah tergabung ke dalam 10 sekolah ini. Hal dimaksud agar para pendidik dengan pembelajaran dengan materi tertentu bersifat kolaboratif yang melibatkan akademisi dari kampus di NTT dan kampus ternama di pulau Jawa,” ujarnya.

“Ini bersifat uji coba sambil pemerintah provinsi melakukan seleksi terhadap 10 sekolah. Evaluasi dilakukan selama satu bulan kedepan dan akan memilih dua sekolah unggulan,” tutup Linus.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami diĀ Google News

Siswa SMA di Kupang Tolak Masuk Sekolah Jam 5 Pagi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Visa Habis Masa Berlaku Jadi Alasan WNA Uganda Dibawa ke Imigrasi Kelas II Kupang

Visa Habis Masa Berlaku Jadi Alasan WNA Uganda Dibawa ke Imigrasi Kelas II Kupang

Dua Pekan Lebih Diamankan di Rote Ndao, WNA Uganda Dibawa ke Imigrasi Kupang

Dua Pekan Lebih Diamankan di Rote Ndao, WNA Uganda Dibawa ke Imigrasi Kupang

Jual Beli Sapi di Kupang Timur Berujung ke Proses Hukum

Jual Beli Sapi di Kupang Timur Berujung ke Proses Hukum

Gaji ASN di Kabupaten Kupang Terlambat Dibayar Karena Perampingan OPD

Gaji ASN di Kabupaten Kupang Terlambat Dibayar Karena Perampingan OPD

Terparkir Berhari-hari, Sepeda Motor Tanpa Pemilik Diamankan Polisi

Terparkir Berhari-hari, Sepeda Motor Tanpa Pemilik Diamankan Polisi

Jual Bahan Pangan Diatas HET, Pedagang di Kota Kupang Bakal Ditindak Tegas

Jual Bahan Pangan Diatas HET, Pedagang di Kota Kupang Bakal Ditindak Tegas

Komentar
Berita Terbaru