Anak di NTT Meninggal Karena Gagal Ginjal Misterius, 9 Obat Sirup ini Dilarang Minum Oleh Dokter
digtara.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis setidaknya ada 131 anak meninggal akibat gagal ginjal. Sebarannya berada di 14 provinsi termaksud NTT.
Baca Juga:
Ketua IDAI NTT, dr. Woro Indri Padmosiwi, Sp.A, Kamis (20/10/2022) mengungkapkan, satu kasus terkonfirmasi yakni seorang anak berusia dua tahun di Kabupaten Rote Ndao meninggal dunia, akibat mengalami gagal ginjal tanpa penyebab yang jelas, atau misterius.
Satu kasus baru terjadi di Waikabubak, Sumba Barat, yang diduga gejalanya serupa dan kini sedang dalam pengawasan, yang rencananya dirujuk ke Rumah Sakit Sangla di Denpasar, Bali.
Baca: Jadi Calo Penerimaan Bintara Polri, Oknum Anggota Polres Rote Ndao Dilaporkan ke Propam Polda NTT
Woro Indri Padmosiwi mengatakan, kasus ini telah terjadi pada akhir September lalu di Rote Ndao, tidak terdeteksi penyebab pasti dari kondisi gagal ginjal yang dialami oleh anak tersebut, terlebih dengan adanya keterbatasan fasilitas pemeriksaan fungsi ginjal.
Menurutnya, diagnosa terjadinya gagal ginjal pada anak tersebut karena tidak kencing selama 12 jam.
Balita ini kemudian meninggal dunia enam jam setelah diperiksakan oleh keluarganya ke rumah sakit setempat.
“Artinya penyebabnya benar-benar kita tidak tahu,” kata Woro Indri Padmosiwi di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang.
Beberapa kasus gagal ginjal terhadap anak cenderung terjadi dengan penyebab yang bisa diketahui.
Misalnya kasus yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof W. Z. Johannes, gagal ginjal yang dialami seorang anak akibat adanya infeksi kuman.
Sementara kasus di Rote Ndao, berdasarkan keterangan keluarga disebut awalnya si anak mengalami batuk pilek.
Orang tuanya menyebut tidak ada pemberian obat-obatan yang dapat menyebabkan kondisi itu terjadi.
“Saat si anak dibawa ke petugas rumah sakit pun dengan kondisi sesak nafas, badan panas tinggi disertai tidak kencing,” ujarnya.
IDAI NTT mengimbau para orang tua dengan anak berumur di bawah 18 tahun bila kondisi demam, infeksi saluran nafas akut, pilek, mual atau muntah hingga mencret maka, tidak kencing dalam waktu lama, urin berwarna merah atau ada bengkak di badan, maka perlu segera ditangani sebelum terlambat.
“Bila kondisi seperti itu bawa segera ke rumah sakit,” tambah dokter spesialis anak di Klinik Medika Wirasakti ini.
Ia menyebut cuci darah untuk anak-anak memang membutuhkan alat khusus karena yang tersedia di rumah sakit seperti RSUD Prof W. Z. Johannes hanya untuk orang dewasa, sehingga saat ini sementara dikoordinasikan dengan RSUD W. Z Johannes agar bisa diadakan.
IDAI NTT juga meminta agar sembilan obat sirup anak yang perlu dihindari sementara waktu.
Sembilan obat sirup itu adalah, paracetamol sirup, cetirizine sirup, coparetin sirup, ambroxol sirup, alerfed sirup, ranivel, raksiol, domperidon, ulfagrip. Daftar obat ini disebut mengandung etlien glikol.
Woro Indri Padmosiwi juga mengimbau kepada dokter anak agar tidak memberikan resep obat sirup bagi pasien anak.
Anjuran itu sesuai penyampaian dari IDAI pusat, agar saat ini tidak memberikan obat paracetamol dalam bentuk sirup bagi anak.
“Karena diduga, takutnya tercemar oleh sesuatu zat etilen glikol itu, yang mungkin menimbulkan gagal ginjal akut,” katanya.
Woro Indri Padmosiwi juga menganjurkan, jika anak dalam keadaan panas maka bisa diberikan Paracetamol tablet atau kapsul untuk anak kecil. Ia mengaku pihaknya mesti hati-hati dengan obat sirup.
Menurutnya, etilen glikol itu diduga menyebabkan gagal ginjal akut pada anak-anak. Untuk itu, dia menegaskan agar tidak mengkonsumsi sirup yang mengandung etilen glikol.
Penggunaan obat lain, kata dia, mesti sesuai dengan dosis untuk anak-anak.
Ia mengingatkan agar memperhatikan air kencing anak tersebut. Jika anak tidak buang air kecil lebih dari 12 jam maka itu merupakan tanda yang tidak baik, sehingga perlu mendapat perawatan di rumah sakit.
“Penyakit ini umumnya menyerang anak dengan usia 0-18 tahun. Dari jumlah kasus yang ada di Indonesia, laporan paling banyak kategori balita,” tutup Woro Indri Padmosiwi.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Anak di NTT Meninggal Karena Gagal Ginjal Misterius, 9 Obat Sirup ini Dilarang Minum Oleh Dokter
Polda NTT Beri Penghargaan Pada Anggota Polres Belu Dan Pegawai Bea Cukai
Ungkap Penyelundupan Rokok Ilegal Jaringan Internasional, Tim Gabungan Amankan Tiga WNA
Kabur Dari Rumah, Pria di Kabupaten TTS-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri
Satu Anggota Polres Sabu Raijua Dipecat
Kapolda NTT Ajak Wartawan dan Masyarakat Promosikan Destinasi Wisata Lokal di NTT