Dump Truk Masuk Jurang di NTT, 9 Orang Tewas, 12 Luka Berat
digtara.com – Sebuah dump truk masuk jurang di Kabupaten Sumba Tengah yang merupakan wilayah hukum Polres Sumba Barat, NTT, Jumat (24/6/2022).
Baca Juga:
Akibatnya, 9 orang tewas dan 12 orang lainnya mengalami luka berat.
Kecelakaan lalulintas ini terjadi di Waiurang, Desa Tanambanas, Kecamatan Umbu Ratunggai, Kabupaten Sumba Tengah.
“Korban ada 21 orang masing-masing 9 orang meninggal dunia dan 12 orang mengalami luka berat,” ujar Kasat Lantas Polres Sumba Barat, AKP Jainudin, S.Sos MH saat dikonfirmasi Jumat (24/6/2022).
Kasat menyebutkan, rombongan bergerak dari Lenang menujun ke Tanambanas Kabupaten Sumba Tengah menggunakan kendaraan dump truk dengan jumlah tumpangan sebanyak 21 orang.
Tepat di kampung Waiurang, kondisi jalan menurun.
Kendaraan mengalami rem blong, dengan kondisi jalan menurun.
Sopir dump truk hilang kendali dan akhirnya kendaraan terbalik dan jatuh masuk ke dalam jurang.
Dengan kerjadian tersebut, 5 orang penumpang meninggal di tempat, 3 orang penumpang meninggal saat perjalaan dari lokasi kejadian menuju ke Puskesmas Pahar, Kabupaten Sumba Tengah.
“Satu orang lagi penumpang meninggal di Puskesmas Pahar,” tambah mantan Kasat Lantas Polres Manggarai ini.
Sementara 12 orang penumpang lainnya mengalami luka berat.
Sebagian korban selamat dan korban meninggal dunia sudah dievakuasi ke Puskesmas Pahar untuk visum dan perawatan medis.
“Dan sebagian (korban) masih di lokasi kejadian,” ujar Kasat Lantas.
Setelah mendapat informasi terjadinya kecelakaan lalu lintas ini, anggota unit Gakum Satuan lalu lintas Polres Sumba Barat langsung turun ke TKP.
Namun jarak kantor Satlantas hingga ke TKP kurang lebih 95 kilometer dengan kondisi jalan yang rusak parah sehingga menyulitkan anggota segera ke lokasi kejadian.
“Kami berupaya mendata nama-nama korban meninggal dan yang mengalami luka serta penyebab kecelakaan ini,” tandas Kasat Lantas.
Informasi lain menyebutkan kalau kecelakaan ini terjadi di wilayah Pantura sekitar pukul 13.00 wita.
Sembilan korban meninggal dunia yakni Kalendi Hapajang, Karis R. Ritu, Nini Y. Danga, Stefanus HP Tana, Matius P. Milung, Anton B. Nggay, P. B. Ranja, Yuan dan Marlin Y. Yanda.
12 korban luka masih didata aparat kepolisian.
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan