Diduga Air Sungai Tercemar Limbah, Warga Tiga Desa di Asahan Alami Gatal-gatal
digtara.com – Puluhan orang warga tiga desa di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), mengalami gatal-gatal. Kondisi itu sudah berlangsung selama tiga bulan belakangan. Air Sungai Tercemar Limbah
Baca Juga:
Aliran sungai pematang yang diduga tercemar melintasi tiga desa, yaitu Pematang Sei Baru, Silo Baru, dan Lubuk Palas.
Salah seorang warga Amin mengaku, saat ini pihaknya memasang plang imbauan di sekitar sungai. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi yang terserang gatal-gatal.
Baca: 8 Tahun DPO, Tersangka Korupsi Rp 600 Juta Peningkatan Jalan di Asahan Diamankan
“Banyak warga yang mengeluh gatal-gatal. Kami pikir penyakit gatal biasa,” katanya, Kamis (13/1/2022).
Ia menjelaskan, tidak ada perubahan warna air sungai. Begitu juga dengan aromanya yang masih seperti biasa. Namun, setiap orang yang mandi atau terkena air langsung merasakan gatal-gatal.
Baca: 52 Pekerja Migran Ilegal Diamankan Patroli Laut Gabungan TNI AL Lanal TBA dan Polres Asahan
“Setiap orang yang mandi di sini pasti langsung gatal-gatal. Makanya dipasang plang supaya jangan digunakan ini sungainya,” ujarnya.
Petugas Puskesmas Pembantu Desa Suriana membenarkan banyak masyarakat yang mengalami gatal-gatal. Banyak warga yang datang mengeluhkan gatal-gatal.
“Seminggu terakhir memang banyak warga datang mengeluhkan penyakit alergi pada kulit. Penyakit ini memang menular. Jadi kalau sudah ada anggota keluarga yang terkena bisa kena ke yang lain,” katanya.
Untuk pengobatannya, Suriana memberikan obat gatal berupa tablet dan salep. Obat tersebut harus digunakan secara terus menerus.
“Kalau rutin dikasi obatnya bisa sembuh. Tapi kalau kena lagi bisa kumat. Kalau anak-anak itu bisa demam, paling parah bisa bernanah,” ungkapnya.
Apa yang dialami oleh warga di tiga desa itu pun sudah dilaporkan oleh kepala Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Pematang Sei Baru Muhammad Yamin.
Ia mengaku telah melaporkan kejadian ini ke aparat pemerintah desa untuk diteruskan ke kecamatan hingga kabupaten.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asahan, Agus Jaka Putra Ginting menyatakan telah mengetahui perihal tersebut. Ia pun akan mengecek ke lokasi.
“Kita akan cek kondisinya ke sana,” tukasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerjasama digtara.com dengan suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab suara.com.
Diduga Air Sungai Tercemar Limbah, Warga Tiga Desa di Asahan Alami Gatal-gatal
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur