Kamis, 17 September 2026

Lima Rumah Tertimbun Longsor di Ngada NTT, 1 Tewas, Pasutri Hilang

- Sabtu, 04 September 2021 00:30 WIB
Lima Rumah Tertimbun Longsor di Ngada NTT, 1 Tewas, Pasutri Hilang

digtara.com – Belasan orang dikabarkan tertimbun longsor dan tersapu banjir bandang di Kampung Kampung Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (4/9) dini hari sekitar pukul 00.30 WITA.

Baca Juga:

Mereka adalah penghuni lima rumah yang diterpa bencana tersebut.

Sesaat setelah kejadian, dua balita ditemukan meninggal dan satu lagi dalam keadaan selamat meskipun mengalami patah kaki.

Suasana gelap akibat padamnya listrik di lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor membuat proses pencarian dan evakuasi menjadi terhambat.

Baca: Ini Daftar Korban Banjir Bandang di Ngada, Termasuk Wanita Hamil dan Suami Belum Ditemukan

Proses pencarian yang dilakukan aparat TNI/Polri, BPBD bersama warga pun masih terkendala lantaran alat berat yang belum tersedia.

Kasat Reskrim Polres Ngada, IPTU I Ketut Rai Artika menjelaskan suasana di lokasi longsor gelap karena listrik padam usai terjadi banjir bandang dan tanah longsor.

“Suasana gelap, karena listrik padam”, kata Rai Artika dari lokasi longsor, Sabtu (4/9).

Rai mengatakan saat ini tim evakuasi menggunakan genset untuk bantuan penerangan.

“Pencarian menggunakan penerangan seadanya, karena masih menunggu genset dari BPBD”, kata Rai Artika.

Saat ini, kata Rai Artika, aparat TNI/Polri dan BPBD Ngada serta warga setempat yang dipimpin Kapolres Ngada, AKBP Rio Cahyowidi tengah berupaya untuk tetap melakukan pencarian terhadap para korban yang tertimbun tanah longsor.

“Tim dipimpin langsung Kapolres Ngada. Tim dari TNI, Polri dan dari BPBD sudah ada di lokasi dan tengah melakukan pencarian korban bersama warga setempat”, kata Rai Artika.

Dua Korban Ditemukan

Dia mengungkapkan saat ini sudah ada dua korban yang ditemukan. Dua korban tersebut adalah anak-anak.

“Yang satu meninggal dan yang satunya lagi selamat tapi mengalami patah tulang”, ungkap Rai Artika.

Korban meninggal yang ditemukan yakni seorang anak perempuan berusia empat. Dan satu korban selamat yakni seorang laki-laki yang mengalami patah kaki berusia tujuh tahun.

Wanita Hamil Tersapu Banjir

Untuk yang hilang, kata Rai Artika, dari informasi yang diperoleh ada dua orang yakni pasangan suami istri.

“Istrinya sedang hamil lima bulan”, kata Rai Artika.

Pasangan suami istri tersebut diduga tersapu banjir bandang dan terkubur akibat longsor. Sedangkan lima rumah warga lainnya juga mengalami rusak berat akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor.

*foto ilustrasi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tersangka Kasus Penyalahgunaan BBM di Ngada-NTT Diserahkan ke Kejaksaan

Tersangka Kasus Penyalahgunaan BBM di Ngada-NTT Diserahkan ke Kejaksaan

Satlantas Polres Ngada Bantu Bersihkan Puing Bangunan SD Negeri Radha Pasca Gempa Bumi

Satlantas Polres Ngada Bantu Bersihkan Puing Bangunan SD Negeri Radha Pasca Gempa Bumi

Berkas P21, Polres Ngada Limpahkan Tersangka Kasus Pencurian ke Kejaksaan

Berkas P21, Polres Ngada Limpahkan Tersangka Kasus Pencurian ke Kejaksaan

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Tim Dokkes Polda NTT dan Polres Ngada Home Visit Ke Rumah Warga dan Tenda Pengungsian Tangani Masalah Kesehatan

Tim Dokkes Polda NTT dan Polres Ngada Home Visit Ke Rumah Warga dan Tenda Pengungsian Tangani Masalah Kesehatan

Polres Ngada Distribusikan Ribuan Paket Sembako Bantuan Ketua Bhayangkari Bagi Warga Korban Gempa

Polres Ngada Distribusikan Ribuan Paket Sembako Bantuan Ketua Bhayangkari Bagi Warga Korban Gempa

Komentar
Berita Terbaru