Rabu, 28 Januari 2026

Tangani Banjir Kota Medan, Pengorekan dan Pembersihan Parit Sulang Saling Bakal Dilakukan Massal

- Rabu, 10 Maret 2021 13:31 WIB
Tangani Banjir Kota Medan, Pengorekan dan Pembersihan Parit Sulang Saling Bakal Dilakukan Massal

digtara.com – Keluhan masyarakat terkait banjir yang selama ini  dialami  akibat  pendangkalan Parit Sulang Saling langsung dijawab Walikota Medan Muhammad  Bobby Afif Nasution SE MM. Tangani Banjir Kota Medan, Pengorekan dan Pembersihan Parit Sulang Saling Bakal Dilakukan Massal

Baca Juga:

Guna menangani banjir tersebut, Walikota memimpin rapat di Balai Kota, Rabu (10/3/2021). Dari hasil rapat yang dilakukan, Walikota menginstruksikan segera dilakukan pengorekan dan pembersihan Parit Sulang Saling secara massal, Sabtu (13/3/2021).

Selain mengerahkan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, pengorekan juga akan dilakukan secara manual dengan melibatkan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU).

Pengorekan dan pembersihan akan dilakukan di 5 kecamatan yang dilintasi Parit Sulang Saling, yakni Kecamatan Medan Amplas di Jalan Selamat Pulau, Kelurahan Sitirejo III, Medan Timur (Jalan Veteran, Jalan I s/d Jalan IV, serta Jalan Bilal), Medan Denai (Jalan HM Joni, Kelurahan Binjai), Medan Perjuangan (Jalan Mabar Kelurahan Si Kera Hilir II) serta Medan Area (Jalan Asia Raya Komplek Asia Mega Mas).

“Saya minta  pengorekan yang dilakukan harus maksimal dan  berkelanjutan hingga tuntas sehingga sendimentasi yang terjadi dapat diatasi,” kata Walikota.

Selain pengorekan dan pembersihan parit  Sulang Saling, Wali Kota dalam rapat yang didampingi Plt Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdako Medan Khairul Syahnan, Kadis PU Kota Medan Zulfansyah Ali Syahputra, Kadis Kebersihan dan Pertamanan M Husni,

Kabag Tapem Ridho Nasution serta enam camat yang wilayahnya yang dilintasi Parit Sulang Saling, juga mengingatkan agar dipikirkan  dengan matang tempat pembuangan sendimentasi dan sampah hasil pengerukan yang dilakukan.

Selanjutnya Walikota dalam rapat menekankan, penanganan banjir tidak hanya dilakukan dengan melakukan pengorekan saja, tetapi harus dibuat juga grand desain permasalahan banjir tersebut.

Dengan grand desain yang dibuat tersebut, dapat dilakukan pemetaan, baik  faktor penyebab terjadinya banjir serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Termasuk, perlunya dilakukan kerjasama dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, sehingga penanganan banjir yang dilakukan berjalan dengan baik.

Oleh karenanya, tegas Walikota, penanganan banjir yang dilakukan harus dilakukan dengan baik dan matang. Selain harus mendapat supporting penuh dari pihak kecamatan dan kelurahan, perlu juga diciptakan penanganan yang baik mulai dari proyek hulunya.

Dengan demikian, penanganan banjir yang dilakukan tidak sekedar seremonial, tetapi mampu mengatasi persoalan banjir  yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Walikota menegaskan penanganan banjir harus dilakukan secepatnya, sebab masuk dalam salah satu program prioritas utama yang harus diselesaikan. Apabila dalam penanganannya ada kendala di luar kewenangan.

Walikota mengingatkan baik camat maupun OPD terkait segera sampaikan kepada dirinya.

“Hari ini ruangan Wali Kota bukan ruangan yang sakral dan tidak bisa dimasuki, silahkan saja masuk. Di ruangan saya itu tidak ada meja kerja, semuanya meja panjang untuk rapat. Jadi silahkan saja, mari kita diskusi bersama untuk menyelesaikan masalah. Apabila harus turun ke lapangan, hari itu juga kita turun ke lapangan bersama-sama. Itu yang kita butuhkan,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, keenam camat yang hadir lebih dulu memaparkan  persoalan banjir yang terjadi di wilayahnya masing-masing.

Selain akibat pendangkalan Parit Sulang Saling yang sudah lama tidak dinormalisasi, tidak sedikit pihak developer yang menutup permukaan parit.

Kondisi itu menyebabkan parit tidak mampu menampung debit air ketika hujan turun. Akibatnya air meluap dan menggenangi rumah mau pun badan jalan.

Ditambah lagi, penanganan yang dilakukan selama ini umumnya dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan seadanya.

Sebab, alat berat kesulitan masuk ke lokasi untuk melakukan normalisasi  akibat  tidak adanya akses jalan masuk menyusul banyak berdirinya bangunan milik warga. Kondisi itu lah yang menyebabkan banjir acapkali menerpa tersebut.

[ya]  Tangani Banjir Kota Medan, Pengorekan dan Pembersihan Parit Sulang Saling Bakal Dilakukan Massal

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru