AHY Telah Disempurnakan Pemerintahan Jokowi
digtara.com | JAKARTA – Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan rekomendasi kepada presiden terpilih 2019 saat berpidato di hadapan ratusan kader partai di Djakarta Theater, pada Jumat, 1 Maret 2019.
Baca Juga:
- Kapolda NTT-Danrem 161/Wira Sakti Dan Kajati NTT Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning Di Makorem
- Siswi SMP di Nagekeo Diperkosa Lima Pemuda Bergiliran dan Berulang Kali, Polisi Tuntaskan Penanganan Perkara
- Massa Bakar Kantor dan Rumah Dinas PT Agrinas Palma Nusantara di Labura, Diduga Dipicu Kematian Warga
Dalam pidatonya, AHY menyampaikan sejumlah progam di zaman SBY yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Raskin, Bantuan Langsung Sementara (BLSM), BPJS, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bidikmisi, LPDP, Beasiswa Santri, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM). Program tersebut, kata AHY, harus diteruskan oleh presiden terpilih pada Pemilu 2019.
Menanggapi hal itu, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Eva Kusuma Sundari, menilai rekomendasi yang disampaikan AHY sejalan dengan apa yang telah dilaksanakan Jokowi. Bahkan, Jokowi dinilai telah menyempurnakan program tersebut.
“Semua masih berjalan sesuai perintah UU. BPJS, BOS, Bidikmisi dan lainnya dan mendapat penyempurnaan yang signifikan agar efektif dan mengikuti saran BPK,” kata Eva.
Menurut Eva, apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi selama hampir 5 tahun ini terkait pelaksanaan program tersebut berjalan efektif dan mampu mengurangi kemiskinan.
“Bahkan proteksi sosial semakin komprehensif seperti yang direncanakan Jokowi misal KIP untuk universitas, kartu sembako murah dan kartu ketenagakerjaan,” ucapnya.
(Baca Juga : Komisi II DPR: Kalau KPU Tidak Netral, Laporkan Bukan Bubarkan)
Lebih jauh politikus PDIP itu menilai, program pemerintah yang memang dirasa baik seharusnya dilanjutkan. Begitu juga sebaliknya.
“Bukan eksklusif pemerintah SBY atau Jokowi, tapi jika memang bagus mengapa tidak diteruskan, yang jelek termasuk rekomendasi BPK ya stop saja,” tuturnya.
Kapolda NTT-Danrem 161/Wira Sakti Dan Kajati NTT Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning Di Makorem
Siswi SMP di Nagekeo Diperkosa Lima Pemuda Bergiliran dan Berulang Kali, Polisi Tuntaskan Penanganan Perkara
Massa Bakar Kantor dan Rumah Dinas PT Agrinas Palma Nusantara di Labura, Diduga Dipicu Kematian Warga
Dua ABH di Kabupaten Lembata Terlibat Kasus Pencurian, Salah Satunya Perempuan
Stok Beras Bulog Sumut Aman 4 Bulan, Capai 61.000 Ton untuk Jaga Ketahanan Pangan