Kamis, 17 September 2026

Ternak Babi di Kupang Mati Mendadak

Imanuel Lodja - Sabtu, 21 Januari 2023 10:56 WIB
Ternak Babi di Kupang Mati Mendadak

digtara.com – Puluhan ternak babi di Kupang, NTT mati secara mendadak.

Baca Juga:

Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap kematian secara mendadak puluhan ternak babi milik masyarakat beberapa hari lalu.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Yosep Paulus mengatakan puluhan ternak babi masyarakat yang mati mendadak, positif terserang penyakit African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Hal itu terbukti dengan uji laboratorium PCR ASF yang dilakukan di UPTD Veteriner Oesapa.

Baca: Belum Sepekan Dikumpulkan Kapolres Kupang, Sejumlah Pengusaha Mulai Gotong Royong Perbaiki Sarana yang Rusak

Yosep Paulus menjelaskan, dua sampel yang diambil untuk dilakukan uji laboratorium, sampel dari Kelurahan Naibonat dinyatakan positif ASF, sedangkan satu sampel dari Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah hasilnya negatif.

“Hasil uji lab yang diterima sudah menerangkan sampel dari Naibonat positif, sedangkan dari Tarus masih negatif,” jelasnya, Sabtu (21/1/2023).

Yosep Paulus pun langsung memberikan imbauan kepada masyarakat, agar menerapkan biosecurity secara ketat. Karena langkah itu bagian dari menekan penyebarluasan penyakit ASF dari hewan ternak yang sakit kepada yang sehat.

“Saya sudah imbau ke masyarakat yang beternak babi, untuk waspada dengan menerapkan biosecurity karena tanpa itu kasihan ternak babi mati sia-sia, dan bisa menyebar ke ternak lain yang masih sehat,” tutupnya.

Sebanyak 48 ekor ternak babi milik masyarakat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mati mendadak, namun belum diketahui penyebabnya.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Yosep Paulus membenarkan hal itu.

Yosep Paulus merincikan, wilayah yang melaporkan kasus kematian babi diantaranya Kecamatan Kupang Timur sebanyak 16 ekor, Kecamatan Kupang Tengah 18 ekor, Kecamatan Nekamese 6 ekor, Kecamatan Takari 5 ekor, Kecamatan Kupang Barat 3 ekor dan Kecamatan Semau 1 ekor.

“Kita sudah ambil sampel darahnya untuk dilakukan uji laboratorium di UPTD Veteriner Oesapa. Total ternak yang mati mendadak 48 ekor,” jelasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Ternak Babi di Kupang Mati Mendadak

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tiga Mahasiswa di Kupang Dibekuk Polisi Terkait Kasus Pengeroyokan

Tiga Mahasiswa di Kupang Dibekuk Polisi Terkait Kasus Pengeroyokan

Divonis Bebas Dalam Kasus Pidana, Anggota Polri Gugat Polda NTT Rp 750 Juta Namun Gugatan Ditolak PN Kupang

Divonis Bebas Dalam Kasus Pidana, Anggota Polri Gugat Polda NTT Rp 750 Juta Namun Gugatan Ditolak PN Kupang

Oknum Guru di Kota Kupang Diamankan Polisi Karena Rekam Mahasiswi Saat Mandi

Oknum Guru di Kota Kupang Diamankan Polisi Karena Rekam Mahasiswi Saat Mandi

Kasus Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Oleh Mahasiswa di Kupang Diselesaikan Secara Damai

Kasus Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Oleh Mahasiswa di Kupang Diselesaikan Secara Damai

Dua Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi dan Tinggal Berpindah-pindah, IRT Tersangka TPPO di Kupang Diamankan Polisi

Dua Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi dan Tinggal Berpindah-pindah, IRT Tersangka TPPO di Kupang Diamankan Polisi

Sembilan Rumah Dinas di Asrama TNI Kuanino Terbakar

Sembilan Rumah Dinas di Asrama TNI Kuanino Terbakar

Komentar
Berita Terbaru