Minggu, 31 Agustus 2025

Sudah Sebar 2 Ribu Undangan, Seorang Anggota Polisi Menunda Pernikahan Karena Taat Imbauan Antisipasi Korona

Imanuel Lodja - Senin, 23 Maret 2020 13:22 WIB
Sudah Sebar 2 Ribu Undangan, Seorang Anggota Polisi Menunda Pernikahan Karena Taat Imbauan Antisipasi Korona

digtara.com – Seorang anggota Polisi menunda pernikahan dengan pujaan hatinya, meski telah menyebar sekira 2 ribu undangan. Itu dilakukan semata-mata untuk memenuhi imbauan pemerintah untuk tidak melaksanakan acara yang mengumpulkan banyak orang.

Baca Juga:

Polisi tersebut adalah Brigpol Marcel BW Henuk personel, Polres Rote Ndao. Ia menjabat sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Oeseli dan Pulau Landu, Kecamatan Rote Barat Daya.

Sedangkan kekasihnya, Yulinda Adu adalah seorang karyawan di Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) di Cabang Rote Ndao.

Sedianya pemberkatan dan resepsi pernikahan itu akan digelar di Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun akhirnya pasangan tersebut menunda pernikahan mereka sampai waktu yang belum ditentukan.

“Ada imbauan dari pimpinan gereja, pemerintah dan pimpinan Polri untuk menghindari acara yang mengumpulkan banyak orang. Ini sehubungan dengan antisipasi penyebaran virus korona. Atas dasar itu kami taat dan patuh pada imbauan itu,”sebut Brigpol Marcel, Senin (23/3/2020).

 

Sudah Sebar 2 Ribu Undangan, Seorang Anggota Polisi Menunda Pernikahan Karena Taat Imbuan Antisipasi Korona
Undangan Pernikahan Marcel BW Henuk dan Yulinda Adu (imanuel/digtara)

Marcel mengaku, untuk acara pernikahannya itu, mereka sudah menyiapkan semua. Mulai dari makanan, dekorasi dan perlengkapan lainnya sejak pekan lalu.

“Walau agak kecewa namun kita tidak bisa memaksakan keadaan,”tuturnya.

Marcel juga melakukan pertemuan keluarga dengan pihak gereja dan pemerintah untuk memberikan pengertian baik kepada keluarga.

“Kedua keluarga sudah bertemu dengan gereja dan pemerintah desa. (Pernikahan) tidak bisa dipaksakan. Keluarga bisa memahami bahwa Indonesia dalam keadaan darurat sehingga kami pun sudah menghimbau keluarga untuk taat dan (himbauan) diterima,” tandasnya.

Penundaaan acara pernikahan ini dilakukan hingga batas waktu yang ditentukan pemerintah.

Ia baru akan mengagendakan ulang acara pernikahannya jika gereja dan pemerintah mengijinkan. “Kita kecewa tapi harus taat karena kita harus menjadi contoh bagi masyarakat. Jika melanggar juga tidak baik,”tandasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=luruuhBXtRA

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru