Minggu, 31 Agustus 2025

Istana Maimun Ditutup Sementara untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

- Rabu, 18 Maret 2020 08:09 WIB
Istana Maimun Ditutup Sementara untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

digtara.com | MEDAN – Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid untuk sementara Istana Maimun ditutup dari kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran virus corona COVID-19.

Baca Juga:

Menurut Kepala Bidang SDM Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid, Tengku Dicky mengatakan, ditutupnya Istana Maimun menindaklanjuti dari surat edaran Gubernur Sumatera Utara (Sumut) dan surat edaran Wali Kota Medan.

“Surat edaran itu terkait dengan antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Kota Medan,” katanya kepada wartawan, Rabu (18/3/2020).

Pihak yayasan akan menutup Istana kebanggaan masyarakat Medan itu selama 14 hari ke depan.

“Penutupan ini dimulai hari ini hingga Jumat (1/4) mendatang,” ujarnya.

Dicky menjelaskan, pada saat Istana Maimun ditutup, pihak yayasan akan melakukan pembersihan di ruangan yang ada di istana.

“Selama tutup kita akan melakukan pembersihan ruangan istana, khususnya ruang balai room. Di situ lokasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan, termasuk juga nanti menyemprotkan disinfektan,” jelasnya.

Selama ini kunjungan wisatawan ke Istana Maimun masih di dominasi oleh wisata lokal dan mancanegara.

“Untuk kunjung wisatawan sebulan bisa mencapai 5 ribu sampai 10 ribu. Kebanyakan kalau lokal dari sekitar Sumatera dan Jawa, kalau asing dari Malaysia, Singapura dan Thailand,” tambahnya.

Objek wisata yang letaknya tak jauh dari Masjid Raya Al Mahsun itu merupakan salah satu tempat wisata yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Wisawan yang datang berasal dari lokal dan mancanegara.

Dengan keputusan, seluruh areal istana ditutup, dan bagi yang ingin foto-foto juga untuk sementara tidak bisa.

“Pedagang juga saya rasa mereka bakal tutup, sementara,” ujarnya.

Disebutkan Dicky, kunjungan di Istana Maimun dalam satu bulan rata-rata mencapai 5.000 hingga 10.000 orang. Wisatawan lokal kebanyakan dari Sumatera dan Jawa. Sedangkan wisatawan mancanegara didominasi Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Sampai kemarin, masih ada pengunjung dari Malaysia ke mari,” sebutnya.

[ana]

https://www.youtube.com/watch?v=xCgDg1HWWYw

https://www.youtube.com/watch?v=xCgDg1HWWYw

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru