Jateng Juara Umum MQK Nasional 2025, Borong 10 Medali Emas
Sorak-sorai dan tepuk tangan mengiringi momen pengumuman hasil lomba, ketika nama-nama peserta asal Jawa Tengah berulang kali disebutkan sebagai juara. Atmosfer bangga dan haru tampak di antara para peserta, pendamping, dan official kafilah.
Baca Juga:
- UIN Walisongo Raih Collaborative Award 2026 dari Pemprov Jateng pada Momen Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin
- Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin: Diuji Bencana, Didorong Investasi, Kemiskinan Turun
- 424 PPIH Kloter Ikuti Diklat di Asrama Haji Donohudan Solo, Saiful Mujab Minta Utamakan Tugas Pelayanan Dibandingkan Ibadah Pribadi
Dengan ditetapkannya sebagai juara umum pada MQK Nasional 2025 tahun ini, berarti Jawa Tengah meraih hattrick juara umum MQKN, yakni juara umum MQKN pada tahun 2017, 2023 dan 2025.
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Amin Handoyo, yang turut hadir menyaksikan jalannya pengumuman dari awal hingga akhir, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut.
"Alhamdulillah, ini buah dari kerja keras, semangat belajar, dan kekompakan seluruh peserta serta pembimbing. Prestasi ini bukan hanya milik para juara, tetapi juga kebanggaan seluruh pesantren di Jawa Tengah. Kami bersyukur kafilah Jawa Tengah mampu menjaga tradisi prestasi di ajang MQKN. Ini menjadi bukti bahwa pesantren di Jateng terus berkomitmen melahirkan santri yang unggul dalam literasi kitab kuning sekaligus moderat dalam berpikir," ujar Amin Handoyo.
Amin membeber, prestasi yang diraih mencakup berbagai bidang kajian, mulai dari Fiqh, Ushul Fiqh, Nahwu, Akhlaq, Hadis, Tafsir, Tarikh, hingga Debat Bahasa Inggris. "Di antaranya, cabang Lalaran Nazham Alfiyah Ibn Malik berhasil meraih perak dan Debat Bahasa Inggris Ulya Putri turut menyumbang medali emas untuk Jawa Tengah," ujarnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua Kafilah MQK Jateng Ali Ansori berharap, hasil membanggakan ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus menekuni literatur keislaman klasik dengan semangat keilmuan dan moderasi beragama.
"MQKN bukan sekadar kompetisi, tapi juga ruang silaturahmi keilmuan antar-santri dari seluruh Indonesia. Semoga semangat ini terus hidup di pesantren-pesantren kita," pungkasnya. (San).
UIN Walisongo Raih Collaborative Award 2026 dari Pemprov Jateng pada Momen Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin
Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin: Diuji Bencana, Didorong Investasi, Kemiskinan Turun
424 PPIH Kloter Ikuti Diklat di Asrama Haji Donohudan Solo, Saiful Mujab Minta Utamakan Tugas Pelayanan Dibandingkan Ibadah Pribadi
Irjen Kemenhaj Dendi Minta Petugas Haji Disiplin dan Jaga Kekompakan, Jangan Sampai Menerima Honor Lalu Menghilang
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah Ajak Masyarakat Kembangkan Perikanan Budidaya