Cabut Gigi Pada Penderita Diabetes
digtara.com -Artikel ini diterbitkan oleh: drg. Intan Saulina Mardia
Baca Juga:
- Program SPELING Antarkan Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Anggota DPRD Jateng Abdul Hamid Minta Fokus Peningkatan Kualitas d
- Hari Kesehatan Nasional 2025, Sarif Kakung Dukung Program Pelayanan Kesehatan Dokter Spesialis Keliling
- Puluhan Warga Kupang Barat Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Polda NTT
Diabetes merupakan penyakit metabolik yang terjadi ketika terdapat kadar gula yang tinggi pada tubuh, namun tidak dapat dipergunakan secara maksimal oleh tubuh. Diabetes adalah kondisi yang termasuk ke dalam kategori penyakit kronis berbahaya, terutama jika sudah terjadi komplikasi
Salah satu dampak diabetes yakni jika adanya masalah pada gigi, seperti kerusakan gigi dan penyakit periodontal (jaringan pendukung gigi).
Jika gigi sudah rusak dan tidak dapat dirawat, biasanya dokter akan menganjurkan tindakan cabut gigi. Bila kadar gula tinggi, dokter gigi akan merujuk kembali pasien ke dokter spesialis penyakit dalam untuk menurunkan kadar gulanya terlebih dahulu.
Pencabutan gigi pada pasien diabetes membutuhkan pertimbangan yang serius dari beberapa aspek tindakan dan reaksi.
Di samping itu, munculnya komplikasi bisa saja terjadi pasca pencabutan gigi, seperti: penyembuhan luka yang memerlukan waktu lebih lama, perdarahan yang tak kunjung berhenti, dan terjadinya dry socket (infeksi luka bekas pencabutan gigi).
Proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi pada pasien diabetes melitus memerlukan waktu yang lebih lama (Farina dan Trombelli, 2012).
Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pasien harus memberitahukan kondisi penyakitnya yang sebenarnya sehingga dokter gigi dapat memberikan pengobatan yang tepat.
Tips bagi yang akan cabut gigi adalah meminum obat diabtes dengan benar sebelum ekstraksi agar gula darah mencapai tingkat yang optimal. Setelah pencabutan, sangat penting untuk menjaga tingkat gula darah yang sehat agar dapat pulih dengan cepat.
Penggunaan bahan-bahan herbal juga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, seperti bayam. Bayam adalah salah satu tanaman yang dipercaya bisa dijadikan obat tradisional. Menurut penelitian tahun 2017, Kandungan flavonoid yang tinggi pada bayam meningkatkan proses penyembuhan luka. Selain itu pastikan kebersihan mulut terjaga selama merencanakan dan melakukan pencabutan gigi.
Program SPELING Antarkan Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Anggota DPRD Jateng Abdul Hamid Minta Fokus Peningkatan Kualitas d
Hari Kesehatan Nasional 2025, Sarif Kakung Dukung Program Pelayanan Kesehatan Dokter Spesialis Keliling
Puluhan Warga Kupang Barat Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Polda NTT
Syah Afandin Terima Penghargaan UHC, Komitmen Maksimalkan Pelayanan Kesehatan di Langkat
Sumut Raih Predikat Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, Semua Warga Terjamin Layanan Kesehatan