Senin, 26 Januari 2026

Mural-mural yang Dipergunjingkan, Aparat Sibuk Menghapus dan Pembuatnya

- Minggu, 15 Agustus 2021 06:00 WIB
Mural-mural yang Dipergunjingkan, Aparat Sibuk Menghapus dan Pembuatnya

digtara.com – Di tengah situasi sulit, mural-mural yang isinya menggelitik menjadi pergunjingan di media sosial. Apalagi setelah aparat sibuk menghapusnya dan memburu pelakunya.

Baca Juga:

Sejumlah mural di beberapa daerah yang mengandung kritik dihapus oleh aparat. Berikut ini mural-mural yang dihapus dan menjadi pembicaraan hangat di media sosial.

Pertama, mural ‘Jokowi 404: Not Found’ yang tergambar di sekitar wilayah Batuceper, Kota Tangerang. Mural tersebut telah dihapus oleh aparat gabungan setempat beberapa hari lalu.

Mural Jokowi 404: Not Found

Gambar tersebut sebelumnya memperlihatkan gambar wajah yang mirip dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi namun pada bagian matanya ditutupi dengan tulisan 404: Not Found dan berlatar merah. Kini, pelaku pun tengah mencari pelaku yang menggambar mural tersebut.

 

Kedua, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menghapus mural dengan tulisan, ‘

Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit

‘ dengan dua karakter yang tergambar di dinding rumah warga. Mural itu digambar di sebuah dinding rumah kosong.

 

Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, mural itu dianggap melanggar peraturan daerah dan dinilai provokatif.

“Memang ada laporan ke kami terkait masalah mural itu. Kalau kami menghubungkan dengan masalah Perda ya. Yang pasti kalau Perda kita Perda Nomor 2 Tahun 2017, memang ada mengatur tentang tertib lingkungan, setiap orang dilarang mencorat-coret yang mengarah pada sarana umum,” kata Bakti.

Ketiga, mural dengan kalimat ‘Tuhan Aku Lapar’ ditulis di sebuah dinding dengan ukuran font besar dan berwarna putih ini muncul di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang pada akhir Juli 2021. Oleh kepolisian setempat pun gambar ini dihapus.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro pun menelusuri pembuat mural tersebut. Pihaknya mendatangi warga Tangerang yang merupakan pemuat mural tersebut, kemudian menanyakan motif mereka.

Mural Tuhan Aku Lapar

Setelah diselidiki, pihaknya menyimpulkan, aksi itu hanya sebagai aspirasi dalam berkesenian. Komunitas street art movement membuat mural tersebut.

“Bukan, hanya sebagai aspirasi dan menyalurkan seni. Kalau butuh bantuan segara lapor. Kami sebagai pelayan masyarakat siap hadir,” kata Wahyu, Sabtu (24/7/2021).

Bentuk Apresiasi

Sosiolog UNJ, Ubedilah Badrun, menilai tindakan aparat menghapus mural yang berisi kritik sosial merupakan bentuk baru represi. “Pembungkaman yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi,” kata Ubedilah kepada Tempo, Sabtu, 14 Agustus 2021.

Ubed menjelaskan, mural adalah ekspresi jiwa, perasaan, aspirasi atau kritik simbolik melalui melukis di atas dinding, tembok atau permukaan luas dan biasanya bersifat permanen. Sehingga, mural merupakan karya seni.

Sebagai karya seni, kata Ubed, mural hanya bisa dinilai dan diperdebatkan. Apalagi jika mural mengandung kritik sosial maka tidak bisa dihakimi apalagi dihapus tanpa diskusi.

Menurut Ubed, kemunculan mural-mural yang mengandung kritik sosial menunjukkan tanda-tanda bermakna bahwa kritik melalui saluran lain telah banyak dibungkam dan tidak lagi didengar oleh kekuasaan. “Jadi kritik sosial mural itu ekspresi dari aspirasi rakyat yang tersumbat,” katanya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru