Aksi Pencuri dengan Kekerasan Kembali Merajalela
digtara.com | KUPANG – Aksi pencurian dengan cara kekerasan kembali menimpa warga masyarakat di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
- Dituding Pungli Ijazah, Kepsek SDN 054886 Simpang Yon Linud 100 Langkat Beri Klarifikasi: Pemberitaan Tidak Benar
- Kelompok 3 PKA LAN RI Aceh Dalami Inovasi Pelayanan, Siap Bawa Praktik Baik untuk Daerah
- Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Kasus ini menimpa Maria Tabun Unu (44), ibu rumah tangga yang tinggal di RT 39/RW 13 Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.
Ia mengadukan kasus pencurian dengan kekerasan yang dialami pada Minggu (3/11/2019) pagi sekitar pukul 05.30 wita di depan toko Piala Jaya Jalan Timor Raya Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.
Korban saat itu seorang diri sedang ke gereja Bethel Oesapa sekitar pukul 05.30 wita sambil berjalan kaki untuk mengikuti ibadah pada pukul 06.00 wita.
Ketika menuju gereja, datang seorang pria tak dikenal menghampiri korban dengan sepeda motor dan menawarkan jasa ojek kepada korban. Namun korban menolak tawaran tersebut karena memilih tetap berjalan kaki.
Pelaku yang menutupi wajahnya dengan helm mulai beraksi. melihat suasana di lokasi kejadian sedang sepi, pelaku langsung menarik paksa kalung emas seberat 3,5 gram di leher korban.
Dalam sekali tarikan, kalung dari leher korban berhasil dirampas pelaku, sementara korban terluka pada leher.
Korban berteriak minta tolong namun suasana masih sepi. Pekaku pun langsung kabur dengan sepeda motor nya meninggalkan korban.
Korban tidak sempat mencatat jenis dan nomor polisi sepeda motor yang dipakai pelaku saat itu.
Korban kemudian ke Mapolsek Kelapa Lima mengadukan kasus ini. Ka SPKT II Polsek Kelapa Lima, Aiptu Suhermanto dan anggota Polsek Kelapa Lima sempat ke lokasi kejadian melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara.
Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan, SH SIK yang dikonfirmasi di kantor nya, Senin (4/11/2019) mengaku kalau polisi masih terus berupaya mengungkap kasus ini.
“Kita ada minta rekaman CCTV di toko dan ruko disekitar lokasi kejadian sambil kita mencari informasi lebih lanjut,” tandas mantan Kasat Reskrim Polres Sikka ini.
Dituding Pungli Ijazah, Kepsek SDN 054886 Simpang Yon Linud 100 Langkat Beri Klarifikasi: Pemberitaan Tidak Benar
Kelompok 3 PKA LAN RI Aceh Dalami Inovasi Pelayanan, Siap Bawa Praktik Baik untuk Daerah
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan