Jumat, 29 Agustus 2025

Wiranto Jalani Pemotongan Usus Usai Ditusuk Teroris, Apa Dampaknya ?

- Sabtu, 12 Oktober 2019 13:32 WIB
Wiranto Jalani Pemotongan Usus Usai Ditusuk Teroris, Apa Dampaknya ?

digtara.com | JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI, Wiranto dikabarkan telah menjalani operasi pemotongan usus pasca ditusuk terduga teroris saat kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten, kemarin.

Baca Juga:

Hal itu disampaikan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasil, Mahfud MD, saat menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Skebroto, Jakarta Pusat, Jumat 11 Oktober 2019.

Lalu seperti apa dampak operasi pemotongan khusus terhadap kondisi kesehatan Wiranto ? Seberapa fatalkah?

Berikut penjelasan dokter spesialis luka pertama dan satu-satunya di Indonesia, dr. Adisaputra Ramadhinara seperti dilansir Okezone, Sabtu (12/10/2019)

dr. Adisaputra Ramadhinara, mengatakan, secara umum tidak ada satupun daerah di tubuh yang aman atau paling krusial bila terkena tusukan.

Satu-satunya daerah aman, hanya bagian-bagian tubuh yang sering digunakan untuk menindik. Nah, indikator untuk menjelaskan apakah luka tusukan itu parah atau tidak, hanya bisa dilihat dari kedalaman luka, dan bisa dideteksi dari alat yang digunakan

“Kedalaman luka itu bergantung pada kulit dan lemak pada tubuh seseorang. Ini bila dikaitkan dengan luka tusukan pada bagian perut,” terang dr. Adisaputra Ramadhinara.

Kedalaman luka inilah yang kemudian menjadi sangat berkaitan dengan organ-organ vital di dalam tubuh. Seperti diketahui, dalam kasus Wiranto, bagian ususnya dilaporkan harus dipotong dan disambung lagi karena turut mengalami cedera.

Hal senada juga dilontarkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD. Menurutnya, operasi yang dilakukan tim dokter RSPAD terhadap Wiranto memang sangat penting untuk melihat titik atau daerah-daerah mana saja yang mengalami luka parah.

“Apakah operasi ini harus dilakukan? Tentu saja karena kondisinya sudah emergency, dan harus diketahui di mana saja lokasi pendarahan terjadi, serta mengobati infeksi dan memperbaiki kebocoran yang ada,” terangnya.

Lebih lanjut dokter Ari menjelaskan, efek dari pemotongan usus akibat luka tusukan tidak akan besar. Ia mengatakan, bila usus halus yang dipotong, maka tidak akan berpengaruh pada kondisi tubuh pasien itu sendiri.

“Bahkan, bila ususnya dipotong sampai 30 cm sekalipun, tidak akan berpengaruh. Dengan catatan usus yang dipotong harus usus halus. Untuk kasus Pak Wiranto sendiri saya tidak tahu usus apa yang dipotong, jadi tidak bisa berkomentar banyak,” tegasnya.

Bicara soal proses pemulihan, Ari mengatakan bahwa pasien yang baru saja menjalani operasi pemotongan usus harus dipuasakan terlebih dahulu dan rajin minum air.

Terkait berapa lama pasien harus berpuasa, ia tidak bisa memberikan pernyataan karena tidak tahu seberapa parah luka yang dialami Wiranto

Saya berharap pasca menjalani operasi pemotongan usus, kondisi beliau akan segera membaik tidak mengalami infeksi, pembusukan dan kebocoran usus, karena bisa berbahaya dan memicu efek lanjutan,” tukasnya.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru