Sabtu, 17 Januari 2026

Malas Vaksinasi, Warga AS Malah Dijanjikan Insentif Rp1,4 Juta

- Jumat, 30 Juli 2021 02:30 WIB
Malas Vaksinasi, Warga AS Malah Dijanjikan Insentif Rp1,4 Juta

digtara.com – Ternyata tak cuma di Indonesia saja warganya masih ogah dan malas ikut vaksinasi. Di Amerika Serikat, persoalan itu juga mengemuka. Sampai-sampai, Presiden Joe Biden menjanjikan insentif senilai US$100 atau setara Rp1,4 juta agar warganya tergiur ikut program tersebut.

Baca Juga:

Sebagaimana dilansir Reuters, Kementerian Keuangan Amerika Serikat menyatakan bahwa presiden sudah memerintahkan pemerintah daerah untuk memberikan insentif tersebut dari dana American Rescue Plan Act.

“Hari ini, presiden meminta negara bagian, daerah, dan pemerintah lokal untuk menyediakan bayaran US$100 untuk setiap warga AS yang baru divaksinasi sebagai insentif ekstra untuk menggenjot tingkat vaksinasi, melindungi masyarakat, dan menyelamatkan nyawa,” demikian pernyataan Kemenkeu AS pada Kamis (29/7).

Biden menyatakan bahwa janji insentif ini penting agar masyarakat yang malas ikut vaksinasi mau divaksin. Soalnya belakangan, AS mengalami  lonjakan Covid-19 hingga kembali menempati posisi wahid dunia.

“Saya tahu membayar orang untuk mau divaksin mungkin akan terdengar tak adil bagi warga lain yang sudah divaksin. Namun begini, jika insentif membantu kita melawan virus, saya yakin kita harus menggunakannya. Kita semua akan diuntungkan,” ucap Biden seperti dikutip CNN.

Wajibkan Pegawai Negeri

Selain itu, Biden juga mengumumkan sejumlah kebijakan lain untuk memerangi Covid-19 yang kembali melonjak di AS akibat penyebaran corona varian Delta, salah satunya mewajibkan pegawai negeri mengikuti vaksinasi.

Biden mengatakan bahwa para pegawai negeri yang tidak divaksin nantinya harus menaati sejumlah pengetatan aturan, yaitu selalu memakai masker dan mengikuti tes Covid-19 rutin.

“[Pegawai yang belum divaksin] harus memakai masker di tempat kerja tak peduli lokasi kalian, menjaga jarak dari semua pegawai dan pengunjung lain, mengikuti tes mingguan atau dua mingguan, dan mematuhi pembatasan perjalanan,” ucap Biden.

Meski demikian, pejabat pemerintahan AS menyatakan bahwa vaksinasi ini bukan mandat. Pegawai negeri yang tidak divaksin juga tak akan kehilangan pekerjaannya.

Tak hanya itu, Biden juga memerintahkan sekolah-sekolah untuk mendirikan setidaknya satu klinik vaksinasi dalam beberapa pekan ke depan agar lebih banyak anak 12 tahun ke atas divaksin.

Biden mengumumkan serangkaian aturan baru ini untuk membendung gelombang baru infeksi virus corona yang kembali melonjak beberapa waktu belakangan akibat penyebaran varian Delta.

Pada Kamis saja, AS kembali menempati posisi teratas dunia sebagai negara dengan tambahan kasus Covid-19 terbanyak dengan 81.253 infeksi baru corona dalam 24 jam.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru