Jumat, 29 Agustus 2025

Ini Kronologi Penangkapan Delapan Pentolan FPI Yang Ingin Membubarkan Harlah NU

Irwansyah Putra Nasution - Rabu, 27 Februari 2019 10:03 WIB
Ini Kronologi Penangkapan Delapan Pentolan FPI Yang Ingin Membubarkan Harlah NU

digtara.com | TEBING TINGGI – Delapan orang pentolan Fron Pembela Islam (FPI) Tebing Tinggi diamankan polisi karena membuat onar dan ingin membubarkan acara Haul Nadhlatul Ulama (Nu) ke 93 yang dikemas dalam Tabliq Akbar dan Tausiah serta pelantikan pengurus IPNU dan IPPNU di Lapangan Sri Mersing di jalan Sutomo, Kelurahan Satria, Kota Tebing Tinggi.

Baca Juga:

Awalnya kegiatan tersebut yang dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, tokoh agama serta pemuka masyarakat berjalan aman, lancar dan tertib. Namun tiba tiba sekelompok orang yang mengatasnamakan FPI berteriak dan mencoba menerobos masuk dengan berteriak meminta acara tersebut dibubarkan, polisi yang sedang berjaga melakukan pengamanan langsung menghadang tamu tak diundang tersebut, Rabu (27/2/2019).

Namun, satu orang oknum FPI berhasil masuk ke lokasi acara dan meminta acara tersebut dibubarkan sambil berteriak Ganti Presiden. Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi yang berada di lokasi kegiatan langsung memerintahkan anggota Polisi untuk mengamankan dan membawa sembilan orang ke Polres Tebing Tinggi untuk dimintai keterangan. Satu diantaranya dikembalikan karena merupakan pedagang di lokasi kegiatan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang dikonfirmasi digtara di lokasi kegiatan mengatakan kecewa dengan tindakan anarkis dan menjurus premanisme seperti itu. Inikan kegiatan agama, ada pelantikan dan baik karena menyampaikan kesejukan di masyarakat. “Saya kecewa dengan tindakan preman, ini tidak benar, harus dilawan. Negara tidak boleh kalah dengan sekelompok orang atau preman,” katanya.

Ia menjelaskan Indonesia merupakan negara demokrasi berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945. Indonesia bukan negara satu agama, semua agama memiliki Indonesia dan pejuang dahulu juga banyak agama dan suku bangsa. “Belum berkuasa saja mereka sudah sewenang wenang, hukum harus ditegakkan. Ini mereka masih diperiksa, kalau terbukti bersalah kemungkinan akan kita tahan,” papar Agus.

kedelapan orang tersebut merupakan kader Front Pembela Islam (FPI) Tebing Tinggi. Kedelapannya yakni Syahrul Amri Sirait (Ketua DPC FPI Padang Hilir), M Fauzi Saragih, M Husni Habibie (Wali Laskar FPI), Anjad, Arif Darmadi (Anggota DPC FPI Tebing Tinggi), Amiruddin Sitompul (Panglima Jihad FPI), Suhairi dan Oni Qital (Kadiv Aksi FPI).  (put)

Reporter : Erwan Tanjung

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Irwansyah Putra Nasution
SHARE:
Tags
Berita Terkait
PW Al Washliyah Sumut Minta Kapolda Atensi Kasus Kriminalisasi Korban Penganiayaan Jadi Tersangka di Polres Binjai

PW Al Washliyah Sumut Minta Kapolda Atensi Kasus Kriminalisasi Korban Penganiayaan Jadi Tersangka di Polres Binjai

Polda Sumut Gagalkan Pengiriman 5 PMI Ilegal ke Malaysia, Seorang Agen Ditangkap

Polda Sumut Gagalkan Pengiriman 5 PMI Ilegal ke Malaysia, Seorang Agen Ditangkap

Polda Sumut Usul Tutup Tempat Hiburan Malam di Langkat dan Batu Bara, Ini Penyebabnya

Polda Sumut Usul Tutup Tempat Hiburan Malam di Langkat dan Batu Bara, Ini Penyebabnya

Hina Keluarga Gubernur, Relawan Bobby Nasution Laporkan Akun TikTok ke Polda Sumut

Hina Keluarga Gubernur, Relawan Bobby Nasution Laporkan Akun TikTok ke Polda Sumut

Anggota DPRD Sumut Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Kekerasan Seksual

Anggota DPRD Sumut Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Kekerasan Seksual

Kapolres Belawan Diboyong ke Mabes Polri Usai Tembak Mati Remaja Tawuran

Kapolres Belawan Diboyong ke Mabes Polri Usai Tembak Mati Remaja Tawuran

Komentar
Berita Terbaru