Hasto: Selamat Tinggal Jargon Prabowo !
digtara.com | JAKARTA – Pasca debat pilpres 2019 ronde kedua di mana jawaban balik cepat menohok yang dilakukan capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) saat debat, atas penguasaan lahan yang begitu luas yang dimiliki Prabowo, menampilkan kebijakan politik pertanahan Jokowi yang berpihak pada perlindungan tanah untuk rakyat.
Baca Juga:
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, jawaban Jokowi tersebut telah memutarbalikkan logika ‘tanah dikuasai elite’ yang selama ini menjadi jargon kampanye Prabowo hingga Amien Rais.
“Politik pertanahan untuk rakyat hanya bisa dilakukan oleh pemimpin baik, yang menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya. Pemimpin yang memahami hakekat tanah untuk rakyat, dipastikan tidak akan mengambil kebijakan bagi-bagi lahan, atau pemberian izin besar-besaran atas penguasaan lahan kepada elite sebagaimana terjadi di pemerintahan sebelumnya,” ucap Hasto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/2/2019).
Karena itulah lanjut Hasto mengapa politik pertanahan Jokowi membikin heboh. “Sebab sosok seperti Prabowo dengan tanahnya yang begitu luas, dan demikian halnya dengan Amien Rais dengan lahan-lahannya di Yogyakarta langsung mati kutu dan jargon kampanye tanah dikuasai elite pun menjadi tidak laku, dipatahkan oleh politik pertanahan kerakyatan Jokowi tersebut,” tuturnya.
Kebersamaan dengan KH Maruf Amin lanjut Hasto, akan semakin memerkuat kebijakan politik pertanahan Jokowi. Sebab, sosok Ma’ruf Amin sebagai ulama mampu hadir sebagai pengayom dalam menyelesaikan berbagai konflik atas tanah.
“Sertifikasi lahan rakyat akan menjadi kebijakan yang semakin masif. Lindungi tanah rakyat melalui sertifikasi. Maka potensi pertumbuhan perekonomian ekonomi karena valuasi kekayaannya yang paling berharga pun dilakukan oleh negara. Sertifikasi lahan rakyat adalah bukti negara hadir di era pemerintahan Jokowi,” kata dia.
“Pemimpin baik menempatkan hak rakyat atas tanah sebagai prioritas. Selamat tinggal jargon Prabowo. Sebab, ternyata dia menjadi bagian dari segelintir elite yang menguasai lahan yang begitu luas tersebut,” ujar Hasto menandaskan.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur