Sabtu, 24 Januari 2026

Mahfud MD: Pemilu Sekarang Sudah Sangat Bagus

Redaksi - Jumat, 08 Februari 2019 22:45 WIB
Mahfud MD: Pemilu Sekarang Sudah Sangat Bagus

digtara.com | MEDAN – Masyarakat Indonesia harus bersyukur pelaksanaan pemilu saat ini sudah sangat baik di Indonesia. Hal seperti ini tidak akan ditemukan pada pemilu-pemilu sebelum masa reformasi dimana pemilu hanya menjadi salah satu tameng untuk kembali berkuasa. Hal ini disampaikan Prof DR Mahfud MD, saat ditemui di Kota Medan, Jumat (8/2/2019).

Baca Juga:

“Kalau dulu penyelenggarannya itu LPU dibawah Mendagri. Jadi penyelenggara diduga sudah mengatur kemenangan pihak tertentu, makanya saat itu tidak ada muncul lembaga survey,” katanya.

Sosok yang kini menjadi Ketua Gerakan Suluh Indonesia menjelaskan, penyelenggara pemilu yang dipilih langsung oleh masyarakat lewat wakilnya yang duduk di DPR merupakan bagian dari salah satu komitmen bahwa kedudukan mereka bebas dari berbagai kepentingan politik. Dengan demikian sangat ironis jika belakangan ini kalangan DPR justru ‘menyerang’ penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu atas berbagai kebijakan yang mereka lakukan untuk pemilu 2019.

“Sekarang KPU dipilih rakyat, jadi berdiri sendiri. Salah menyebut KPU memilih pihak tertentu. Agak mengherankan DPR menyerang KPU, wong yang milih dia,” ujarnya.

Instrumen pengawasan pemilu dengan dibentuknya Bawaslu sebagai badan yang independen menurut Mahfud juga merupakan langkah yang sangat baik. Keberadaan Bawaslu ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa seluruh proses tahapan pemilu yang dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Nah kalau keduanya bermain curang, masih ada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang dapat memberi sanksi. Begitu juga kalau ada sengketa hasil pemilu, ada mekanisme menggugat ke MK. Jadi semua itu sudah sangat baik,” sebutnya.

Yang perlu disoroti menurut Mahfud justru banyaknya politisi yang menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Hal inilah yang membuat ancaman terhadap keutuhan bangsa juga menjadi terancam, sebab salah satu cara yang dihalalkan tersebut saat ini yakni dengan memainkan politis identitas.

“Isu SARA sangat dikedepankan sehingga memicu rasa kebencian dan gejala permusuhan,” pungkasnya.[JNI]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Apresiasi Dukungan Polri Sukseskan Tahapan Pemilu, KPU NTT Silaturahmi dengan Kapolda NTT

Apresiasi Dukungan Polri Sukseskan Tahapan Pemilu, KPU NTT Silaturahmi dengan Kapolda NTT

Lagi, Oknum Anggota KPPS di Manggarai Barat jadi Tersangka Kasus Tindak Pidana Pemilu

Lagi, Oknum Anggota KPPS di Manggarai Barat jadi Tersangka Kasus Tindak Pidana Pemilu

Sentra Gakumdu Kabupaten Kupang Limpahkan Berkas Pidana Pemilu ke Kejaksaan

Sentra Gakumdu Kabupaten Kupang Limpahkan Berkas Pidana Pemilu ke Kejaksaan

Panwascam Hadiri Acara Syukuran Anggota DPRD Sumut, Ada Apa?

Panwascam Hadiri Acara Syukuran Anggota DPRD Sumut, Ada Apa?

26 Ribu KTP Disalahgunakan Untuk Daftar Calon Perseorangan di Tapanuli Selatan, Para Korban Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Tindakan Pemilu

26 Ribu KTP Disalahgunakan Untuk Daftar Calon Perseorangan di Tapanuli Selatan, Para Korban Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Tindakan Pemilu

KPU Tetapkan 50 Calon Anggota DPRD Deli Serdang Terpilih 2024-2029

KPU Tetapkan 50 Calon Anggota DPRD Deli Serdang Terpilih 2024-2029

Komentar
Berita Terbaru